Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 06:22 WIB
loading...
Berencana Bunuh Utusan...
AS tangkap dua pria Myanmar karena berencana membunuh utusan untuk PBB. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Dua warga negara Myanmar telah ditangkap di New York karena bersekongkol dengan seorang pedagang senjata di Thailand - yang menjual senjata kepada militer Myanmar - untuk membunuh atau melukai Duta Besar Myanmar untuk PBB . Demikian pengumuman yang keluarkan pihak berwenang Amerika Serikat (AS).

Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun, yang mewakili pemerintah sipil terpilih Myanmar yang digulingkan oleh militer pada Februari, mengatakan bahwa dirinya telah menerima ancaman dan pihak berwenang AS telah meningkatkan keamanan untuknya.

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York mengatakan bahwa Phyo Hein Htut (28) dan Ye Hein Zaw (20), masing-masing telah didakwa dengan satu tuduhan konspirasi untuk menyerang dan melakukan serangan kekerasan terhadap seorang pejabat asing, yang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Baca juga: Aksi Kekerasan Berlanjut, 40 Mayat Ditemukan di Hutan Myanmar

Kyaw Moe Tun tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuduhan tersebut. Junta Myanmar memecatnya pada bulan Februari, tetapi untuk saat ini dia tetap menjadi utusan negara itu untuk PBB karena PBB belum mengakui junta.

Menurut pengaduan hukum, Phyo Hein Htut mengatakan kepada penyelidik FBI bahwa pedagang senjata di Thailand telah menghubunginya secara online dan menawarkan uang untuk menyewa seseorang untuk melukai Duta Besar Myanmar dan memaksanya mundur.

"Jika duta besar tidak mundur, maka pedagang senjata mengusulkan agar para penyerang membunuhnya," menurut pengaduan itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (7/8/2021).

Phyo Hein Htut dan pedagang senjata itu kemudian menyetujui rencana untuk merusak mobil duta besar agar menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: ASEAN Tunjuk Diplomat Brunei Sebagai Utusan untuk Myanmar

Ye Hein Zaw kemudian menghubungi Phyo Hein Htut dan melakukan dua transfer uang dengan total USD4.000 pada akhir Juli. Phyo Hein Htut mengatakan kepada FBI bahwa dia seharusnya menerima tambahan USD1.000 setelah serangan itu selesai.

Seorang penjaga keamanan sukarelawan di misi diplomatik Myanmar untuk PBB mengatakan kepada FBI pada hari Selasa bahwa Phyo Hein Htut telah memberitahunya tentang rencana untuk menyewa pembunuh bayaran guna membunuh atau melukai duta besar.

Ye Hein Zaw mengakui bahwa dia mentransfer uang itu ke Phyo Hein Htut, bahwa dia secara teratur mengirim uang kepada orang lain atas nama pedagang senjata dan baru-baru ini memesan perjalanan ke Amerika Serikat untuk dua orang lainnya atas permintaan pedagang senjata itu.

"Para terdakwa ini mencapai lintas batas dan lautan dalam merancang plot kekerasan terhadap seorang pemimpin internasional di tanah Amerika Serikat," kata Komisaris Departemen Kepolisian New York Dermot Shea dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: RI Desak Myanmar Segera Setujui Usulan ASEAN soal Utusan Khusus
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Berita Terkini
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved