Warga Australia yang Tinggal di Luar Negeri Bisa 'Terjebak' Jika Pulang

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 17:01 WIB
loading...
Warga Australia yang...
Pelancong memakai masker di terminal kedatangan Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney, Australia, 21 Maret 2020. Foto/REUTERS
A A A
SYDNEY - Warga Australia yang tinggal di luar negeri bisa "terjebak" di Australia jika mereka pulang. Situasi ini muncul setelah pemerintah Australia memperketat peraturan perbatasannya tanpa pemberitahuan.

Sejak Maret tahun lalu, Australia melarang warganya meninggalkan negara itu sebagai bagian dari strategi melawan COVID.

Pembatasan itu sebelumnya tidak berlaku untuk warga Australia yang biasanya tinggal di negara lain.

Baca juga: Bom Hiroshima Sudah 76 Tahun Berlalu Tanpa Ada Kata Maaf dari AS

Tetapi mereka sekarang perlu mengajukan pengecualian untuk perjalanan keluar negeri, sesuai dengan aturan untuk warga Australia lainnya.

Baca juga: Ulama Sunni dan Syiah Serukan Persatuan dalam Pertemuan di Mekah

Aturan perbatasan Australia yang keras itu telah menjadi kontroversi. Para kritikus mengatakan perubahan yang berlaku mulai 11 Agustus itu akan semakin menghukum para keluarga dan menghalangi warga untuk kembali.

Baca juga: Jet Tempur Israel Gempur Lebanon Selatan, Berdalih Balas Serangan Roket

Pemerintah mengatakan langkah itu bertujuan mengurangi risiko kasus COVID masuk ke negara itu.

Australia sudah memiliki batas pekanan untuk pelancong yang masuk dan melarang warga asing masuk kecuali mereka memiliki pengecualian. Kebijakan itu termasuk yang paling ketat secara global.

Bulan lalu, Australia mengurangi separuh jumlah kedatangan yang diizinkan karena wabah varian Delta.

Banyak warga Australia telah menyatakan kemarahannya atas kebijakan terbaru, yang dicap beberapa orang sebagai tindakan biadab.

Alexandra Phelan yang tinggal di Amerika Serikat mentweet bahwa dia "terbangun dengan berita bahwa saya secara efektif diasingkan dari negara saya."

Sementara kebijakan menutup perbatasan sebagian besar didukung di Australia, banyak juga yang mengkritik dampaknya terhadap warga negara.

BBC telah diberitahu tentang kasus-kasus pada tahun lalu di mana warga Australia tidak dapat pergi untuk merawat orang yang dicintai yang sakit atau sekarat, atau untuk mengambil anak-anak mereka dari kerabat.

Pakar hukum mempertanyakan apakah aturan Australia melanggar hak konstitusional dengan secara efektif mencegah beberapa warga negara untuk dapat pulang.

Pemerintah mengatakan Australia tidak akan membuka kembali perbatasannya sampai setidaknya 80% dari populasinya divaksinasi, kemungkinan tahun depan. Total saat ini adalah 19% populasi divaksinasi.

Lebih dari setengah dari 26 juta warga Australia saat ini terkunci, karena varian Delta di Sydney, Melbourne dan Brisbane.

Sydney jadi kota yang paling parah dilanda pandemi dan mencatat lebih dari 4.300 kasus.

Pada Jumat, negara bagian New South Wales melaporkan 291 kasus baru, jumlah kasus harian tertinggi dalam pandemi sejauh ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Infografis
3 Negara yang Diancam...
3 Negara yang Diancam Israel Jika Ikut Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved