Polisi Ini Tak Dipecat Meski Rekam Adegan Intimnya dengan Bintang Porno

Rabu, 04 Agustus 2021 - 12:12 WIB
loading...
Polisi Ini Tak Dipecat...
Petugas polisi Irlandia gagal dipecat meski merekam adegan intimnya dengan seorang bintang film dewasa di mobil dinas polisi. Foto/Irish Mirror
A A A
DUBLIN - Seorang petugas polisi Irlandia merekam dirinya saat berhubungan intim dengan seorang bintang film porno di kap mobil dinas polisi. Ironisnya, dia tidak dipecat setelah memenangkan perseteruan hukum di pengadilan untuk mempertahankan pekerjaannya.

Petugas polisi, yang tidak disebutkan namanya secara publik, telah berada dalam limbo hukum sejak video asusila itu pertama kali muncul secara online pada April 2017. Video itu menunjukkan dia berkencan dengan Carla Smith, yang juga dikenal online sebagai Gabberlover dan Carla4Garda.

Baca juga: Israel Ancam Serang Iran Sendirian

Komisaris Polisi Drew Harris telah mendorong agar petugas polisi pria itu dipecat karena membawa reputasi buruk, meskipun dua dewan disiplin memutuskan untuk mendukungnya.

Pengadilan Tinggi Irlandia dalam putusannya telah mendukung dewan disipilin—mengakhiri pertarungan hukum dan berarti petugas polisi itu tidak dapat dipecat karena video hubungan intimnya.

Dalam rekaman video tersebut, petugas polisi itu masih mengenakan seragam dinasnya, yakni seragam Garda. Dia terlihat memborgol Carla saat dia melakukan tindakan seks padanya—sebelum pasangan itu akhirnya berhubungan intim di kap mobil polisi.

Tidak jelas kapan tepatnya putusan pengadilan itu keluar, namun Irish Mirror melaporkan untuk pertama kalinya pada Senin (3/8/2021).

"Dia akhirnya memenangkan kasusnya," kata seorang sumber kepada surat kabar itu. "Komisaris kalah di pengadilan dan itulah akhirnya."

Kasus ini bermula pada tahun 2017, ketika petugas polisi—yang sudah menikah dan memiliki anak—merekam dirinya sendiri saat berhubungan intim dengan Carla, yang berasal dari Inggris tetapi pada saat itu tinggal di Dunmanway.

Wajah petugas polisi itu tetap tersembunyi di sepanjang video, tetapi dia dapat terdengar mengucapkan sejumlah frasa sugestif kepada Carla.

Baca juga: Pangeran Arab Saudi: Iran Semakin Berani di Timur Tengah

Rekaman itu kemudian di-posting online dan menarik banyak perhatian.

Video itulah yang memicu penyelidikan internal polisi. Petugas tersebut kemudian diskors, meskipun diaktifkan lagi pada pertengahan 2018 dengan peringatan bahwa dia menghadapi tindakan disipliner.

Sebuah dewan disiplin kemudian memutuskan kasus ini, dengan mengatakan petugas tersebut harus didenda sebesar gaji tiga minggu tetapi tidak dipecat.

Komisaris Harris menolak putusan dewan disipilin, dengan mengatakan bahwa petugas tersebut telah membawa nama buruk dan pantas untuk dipecat.

Dewan disiplin kedua juga memutuskan untuk mendukung petugas tersebut, sebelum kasus tersebut berakhir di Pengadilan Tinggi.

Di pengadilan, seorang hakim memutuskan bahwa komisaris telah salah dengan mengesampingkan dewan disiplin dan bahwa keputusan dewan disiplin harus dipatuhi, sehingga kasus ini ditutup.

Video tersebut membuat Carla tenar di Irlandia, terlebih dia juga tampil dalam video terpisah dengan dua anggota angkatan bersenjata.

Berbicara tentang video pada tahun 2017, dia menggambarkannya sebagai "a bit of craic" dan mengungkapkan dia telah mendekati petugas polisi itu setelah video sebelumnya menarik perhatian.

Dia menggambarkannya sebagai "permainan yang baik" untuk gagasan itu, asalkan petugas itu tidak dapat diidentifikasi.

Carla juga mengaku membagikan rekaman itu secara online tanpa meminta izinnya, meskipun mengatakan dia tidak tahu bahwa petugas polisi itu sudah menikah dan memiliki anak.

Pada saat itu muncul rumor bahwa ada lebih banyak rekaman, meskipun Carla dengan cepat menyangkalnya.

"Tidak, sama sekali tidak. Tidak ada yang datang, oke? Tidak ada apa-apa, saya meninggalkannya. Itu saja, sudah selesai," katanya.

Mendesak wartawan untuk beralih ke cerita lain, dia menambahkan: "Kami berada di ambang Perang Dunia III dan semua yang dapat Anda pikirkan adalah saya. Serius, ayolah."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Irlandia Larang Impor...
Irlandia Larang Impor dari Permukiman Israel Mulai Pertengahan Juli
Dunia Kutuk Perlakuan...
Dunia Kutuk Perlakuan Keji Israel terhadap Aktivis Armada Bantuan Gaza
Israel Culik Adik Presiden...
Israel Culik Adik Presiden Irlandia saat Ikut Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza
2 Perempuan Kembar Ini...
2 Perempuan Kembar Ini Lahir Berselang Beberapa Menit, tapi Memiliki Ayah yang Berbeda
Siapa Daniel Kinahan?...
Siapa Daniel Kinahan? Bos Mafia Irlandia yang Memiliki Jaringan Internasional
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved