Dunia Kutuk Perlakuan Keji Israel terhadap Aktivis Armada Bantuan Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:30 WIB
loading...
Dunia Kutuk Perlakuan...
Para aktivis yang diculik Israel dipaksa berlutut dalam video yang diunggah Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir. Foto/@itamarbengvir/X
A A A
TEL AVIV - Dunia mengutuk perlakuan keji tentara Israel terhadap para aktivis kemanusiaan yang ditangkap di perairan internasional. Wakil Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris, menyerukan "tanggapan Uni Eropa yang kuat dan tegas" setelah Israel menahan anggota Armada Sumud, termasuk warga negara Irlandia.

“Tindakan pemerintah Israel terhadap anggota Armada Sumud yang ditahan secara ilegal… sangat keji dan tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi,” tulis Harris di X.

“Ini menjijikkan. Kecaman itu penting tetapi tidak cukup,” tambahnya, menggambarkan penahanan tersebut sebagai “pelanggaran hukum internasional yang jelas lebih lanjut.”

Harris mengulangi seruan Irlandia untuk penangguhan elemen perdagangan dari Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, dengan mengatakan, “Sudah lama waktunya bagi Eropa untuk bertindak.”

Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, mengatakan Polandia telah memanggil kuasa usaha Israel terkait penculikan dan penahanan aktivis yang ikut serta dalam Armada Sumud Global yang menuju Gaza awal pekan ini.

“Kami menuntut pembebasan segera warga negara Polandia dan perlakuan terhadap mereka sesuai dengan standar internasional,” kata Sikorski dalam unggahan di X.

Dua warga negara Polandia termasuk dalam armada tersebut, menurut penyelenggara misi bantuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved