Setelah Menyangkal, Taliban Akui Bunuh Komedian Afghanistan Secara Brutal

Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:20 WIB
loading...
Setelah Menyangkal,...
Faza Mohammad alias Khasha Zwan, komedian sekaligus polisi Afghanistan yang dibunuh secara brutal oleh Taliban. Foto/The Mirror
A A A
KANDAHAR - Kelompok Taliban akhirnya mengakui telah membunuh komedian Afghanistan , Fazal Mohammad atau Nazar Mohammad alias Khasha Zwan setelah video pembunuhannya secara brutal viraldi media sosial.

Kelompok itu sebelumnya menyangkal telah membunuh komedian yang juga bekerja sebagai perwira polisi tersebut.

Baca juga: Tragisnya Komedian Fazal Mohammad Diseret dan Digorok, Diduga oleh Taliban

Korban ditugaskan di Provinsi Kandahar selatan tetapi dibawa pergi oleh Taliban setelah kembali ke rumah sekitar dua minggu lalu. Demikian disampaikan seorang petugas polisi yang bertugas bersamanya.

Sejak pekan lalu, video yang viral menunjukkan Mohammad, dengan kondisi tangan diikat ke belakang dan duduk di antara dua pria di dalam mobil, ditampar berulang kali. Video lain menunjukkan jasadnya.

Bahkan, laporan saksi mata mengatakan korban awalnya diseret dari rumahnya sebelum akhirnya ditemukan digorok lehernya.

Pengakuan Taliban sebagai pelaku pembunuhan brutal itu disampaikan juru bicara kelompok tersebut Zabihullah Mujahid pada hari Kamis.

“Dia bukan komedian, dia bertarung melawan kami dalam beberapa pertempuran. Dia mencoba melarikan diri ketika kami menahannya, mendorong orang-orang bersenjata kami untuk membunuhnya,” kata Mujahid.

"Dia adalah seorang polisi aktif dan bertanggung jawab atas kematian banyak orang," katanya lagi kepada AFP yang dilansir Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Kisah Tragis Sohail Pardis, Penerjemah untuk Militer AS yang Dipenggal Taliban

Komandan polisi setempat, Sailab, yang memiliki satu nama seperti kebanyakan orang Afghanistan dan yang bekerja dengan Mohammad, mengatakan komedian itu tidak pernah ditugaskan dalam pertempuran dan lebih beperan sebagai penghibur bagi petugas pos pemeriksaan.

Para militan Taliban awalnya menyangkal bahwa mereka ada hubungannya dengan pembunuhannya, sampai video pembunuhannya yang brutal menjadi viral.

Pembunuhan itu terjadi ketika Taliban—yang secara tegas melarang segala bentuk hiburanketika mereka menguasai Afghanistan—membuat keuntungan teritorial di seluruh negeri.

Wakil presiden kedua Sarwar Danesh mengatakan dalam sebuah posting Facebook menggambarkan karakter kelompok Taliban yang memusuhi budaya Afghanistan. "Itu menampilkan sifat musuh tanah ini dan permusuhan mereka terhadap budaya, seni dan
kebebasan," tulis dia.

Pembunuhan terhadap Mohammad juga memicu kemarahan di media sosial.

“Wajah Khasha yang polos meremukkan hati setiap manusia. Mereka (Taliban) telah menembaknya hingga mati, mereka adalah orang-orang paling kejam di dunia,” tulis seorang pengguna Facebook.

Taliban telah dituduh melakukan pembunuhan yang ditargetkan—termasuk terhadap jurnalis, hakim, dan aktivis—sejak menandatangani kesepakatan penting dengan Washington tahun lalu yang membuka jalan bagi penarikan pasukan asing.

Kekerasan semakin meningkat sejak awal Mei, ketika gerilyawan Taliban melancarkan kampanye di seluruh pedesaan setelah pasukan asing memulai penarikan terakhir mereka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Komedian Jimmy Kimmel...
Komedian Jimmy Kimmel Sebut Ibu Negara AS Melania seperti Janda Sedang Hamil, Trump Marah
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved