Ralat Pernyataan, PM Pakistan Tak Lagi Salahkan Wanita atas Maraknya Kasus Pemerkosaan

Kamis, 29 Juli 2021 - 19:21 WIB
loading...
Ralat Pernyataan, PM...
Khan menyatakan bahwa dalam setiap kasus pemerkosaan, hanya pemerkosalah yang bersalah, bukan apa yang dikenakan oleh korban, dalam hal ini wanita. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan , Imran Khan sempat memicu kemarahan publik dengan mengatakan bahwa pria, tidak seperti robot, akan terpengaruh oleh apa yang dikenakan wanita. Hal itu dikatakannya saat diwawancarai Axios saat berbicara tentang isu lonjakan kasus pemerkosaan di negaranya pada akhir Juni lalu.

Khan, dalam wawancara dengan Axios mengatakan, kasus pemerkosaan mungkin akan berkurang drastis jika wanita berpakaian lebih sopan. Baca juga: Kutip Al-Qur'an, Mantan Istri Kecam PM Pakistan soal Penyebab Pemerkosaan

Ini adalah kali kedua Khan menyalahkan pakaian wanita atas maraknya pemerkosaan di Pakistan. Pada April lalu, dalam sebuah wawancara televisi Khan menyebut bahwa meningkatnya kasus pemerkosaan adalahkonsekuensi dalam masyarakat mana pun, di mana "vulgaritas sedang meningkat".

Dia lalu menasihati wanita untuk menutupi tubuh untuk mencegah godaan. "Keseluruhan konsep purdah ini untuk menghindari godaan, tidak semua orang memiliki kemauan untuk menghindarinya," ucapnya, mengacu pada istilah yang menggambarkan pakaian sederhana atau pemisahan perempuan dari laki-laki di tempat umum.

Namun, dalam wawancara terbarunya dengan PBS NewsHour, Khan meralat pernyataanya. Dia menyatakan bahwa dalam setiap kasus pemerkosaan, hanya pemerkosalah yang bersalah, bukan apa yang dikenakan oleh korban, dalam hal ini wanita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Kapal Ikan Ilegal Tak...
Kapal Ikan Ilegal Tak Lagi Ditenggelamkan tapi Dihibahkan ke Nelayan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved