Ketua Parlemen Bentuk Front Nasional Lawan Keputusan Presiden Tunisia

Kamis, 29 Juli 2021 - 00:29 WIB
loading...
Ketua Parlemen Bentuk...
Ketua Parlemen Tunisia Rached Ghannouchi. Foto/anadolu
A A A
TUNIS - Ketua Parlemen Tunisia , Rached Ghannouchi, mengumumkan partainya Ennahda sedang berusaha membentuk front nasional untuk melawan keputusan yang diambil Presiden Kais Saied.

“Partai kami bekerja untuk membentuk front nasional menghadapi keputusan menangguhkan parlemen, memecat Perdana Menteri Hichem Mechichi dan pejabat terkemuka lainnya, dan mengendalikan jalur demokrasi yang rapuh di tengah krisis yang sedang berlangsung di negara ini,” tutur Ghannouchi, dikutip The Associated Press (AP).

Ghannouchi mengatakan kepada AP selama panggilan video bahwa tujuan dari langkah ini adalah memberikan tekanan pada presiden untuk menuntut "kembali ke sistem demokrasi."

Baca juga: Aksinya Dituduh Kudeta, Ini Jawaban Presiden Tunisia Kais Saied

Pemimpin Ennahda sebelumnya menegaskan tindakan presiden Tunisia tersebut merupakan kudeta.

Baca juga: Takut Dunia Marah, Bennett Tunda Pengusiran Warga Palestina di Sheikh Jarrah

Ghannouchi menegaskan, dia dan beberapa pejabat yang ditunjuk telah meminta presiden menarik pernyataannya dan mempertahankan sistem demokrasi negara itu.

Baca juga: Salahkan AS atas Tertundanya Pembicaraan Kesepakatan Nuklir, Khamenei: Mereka Pengecut

Pada Minggu malam, Presiden Tunisia Kais Saied menggunakan Pasal 80 konstitusi untuk memberhentikan Perdana Menteri Mechichi, membekukan sistem kerja para menteri, dan mengangkat dirinya sebagai kepala eksekutif hingga pembentukan pemerintahan baru.

Langkah ini terjadi setelah protes keras pecah di beberapa kota Tunisia yang mengkritik penanganan pemerintah terhadap ekonomi dan virus corona.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Presiden Iran Blak-blakan...
Presiden Iran Blak-blakan Gajinya Kini Hanya Senilai Rp17 Juta karena Penurunan Nilai Mata Uang
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved