Presiden Iran Blak-blakan Gajinya Kini Hanya Senilai Rp17 Juta karena Penurunan Nilai Mata Uang

Jum'at, 13 Februari 2026 - 17:28 WIB
loading...
Presiden Iran Blak-blakan...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto/Iranian Presidency/anadolu
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan nilai gaji di Iran telah menurun tajam. Dia menyebut pendapatannya sendiri sebagai contoh devaluasi mata uang negara dan penurunan daya beli.

Berbicara pada pertemuan hari Kamis (12/2/2026), Pezeshkian mengatakan sebelumnya ia menerima gaji sebesar 6.000 toman, yang menurutnya setara dengan USD6.000 (Rp101 juta) pada saat itu. “Sekarang, sebagai presiden, saya hanya menerima sekitar USD1.000 (Rp17 juta),” katanya, menggarisbawahi dampak inflasi dan depresiasi mata uang.

Dalam pertemuan yang sama, yang juga dihadiri keluarga korban dan mereka yang terluka dalam protes Desember lalu, Pezeshkian mengatakan pemerintah sedang berupaya mengurangi dampak kerusuhan tersebut.

Ia mengatakan para pejabat memantau dengan cermat situasi keluarga yang terkena dampak dan berupaya mengatasi dampak dari kerusuhan baru-baru ini.

Secara terpisah, Seyyed Sattar Hashemi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, mengatakan memulihkan layanan internet ke kondisi stabil dan normal merupakan prioritas setelah gangguan konektivitas internasional pasca peristiwa baru-baru ini.

Hashemi mencatat sekitar 10 juta warga Iran bergantung secara langsung atau tidak langsung pada ekonomi digital untuk mata pencaharian mereka, dan menggambarkan infrastruktur komunikasi yang andal sebagai hal penting untuk stabilitas ekonomi.

Baca juga: AS Selundupkan 6.000 Terminal Starlink ke Iran saat Kerusuhan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Hacker Sukses Gondol...
Hacker Sukses Gondol Mata Uang Kripto Senilai Rp8,5 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved