Turki Tahan 208 Migran Afghanistan dalam Perjalanan Laut ke Italia

Kamis, 29 Juli 2021 - 06:01 WIB
loading...
Turki Tahan 208 Migran...
Kapal penjaga pantai Turki membawa para migran di pelabuhan, Turki, 27 Juli 2021. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Otoritas Turki mencegat satu kapal yang membawa lebih dari 200 migran Afghanistan di laut Aegea menuju Eropa.

Pencegatan itu dilaporkan penjaga pantai Turki dan Organisasi Internasional untuk Migrasi pada Rabu (28/7).

Pencegatan di dekat pantai barat Turki terjadi ketika ratusan warga Afghanistan menyeberang ke Turki timur dari Iran.

Baca juga: China Berharap Taliban Bisa Berperan Dalam Proses Pembangunan Afghanistan

Gelombang pengungsi itu terjadi setelah meningkatnya kekerasan di Afghanistan ketika Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO mundur serta pejuang Taliban merebut banyak wilayah.

Baca juga: Fauci: AS Sedang Bergerak ke Arah yang Salah dalam Penanganan Covid-19

Warga Afghanistan telah bertahun-tahun menyeberang dari Iran ke Turki dan banyak dari mereka dalam perjalanan ke Eropa. Namun jumlah penahanan bulan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang gelombang baru para pengungsi ke Eropa.

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Delta, AS Kembali Wajibkan Penggunaan Masker

Para pejabat Turki mengatakan pekan lalu mereka telah menahan 1.500 migran gelap, kebanyakan dari mereka adalah warga Afghanistan, di dekat perbatasan Iran dalam 10 hari sebelumnya.

“Para migran yang dicegat di Laut Aegea diyakini sedang dalam perjalanan ke Italia,” ungkap pejabat penjaga pantai Turki.

“Dari 231 migran di kapal, 208 adalah warga Afghanistan dan migran lainnya dari Suriah, Iran, Eritrea dan Pakistan,” ujar pejabat itu.

Penjaga pantai menahan dua warga negara Turki yang mengemudikan kapal dan mengawal para migran ke pusat deportasi di kota Ayvacik, Turki barat.

Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menampung 3,7 juta pengungsi Suriah. Kini Turki ingin menghindari gelombang pengungsi lainnya tinggal di negara itu.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan dua pekan lalu bahwa Turki memantau dengan cermat setiap masuknya migran Afghanistan.

Turki sedang membangun tembok sepanjang 64 km di perbatasan Iran di provinsi timur Van, tempat banyak migran menyeberang.

Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan ada lebih dari 100.000 pencari suaka Afghanistan di Turki tahun lalu.

Jumlah tersebut dapat terus meningkat seiring gejolak konflik yang semakin memburuk di Afghanistan. Titik terang perdamaian antara Taliban dan pemerintah Kabul belum terlihat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Inggris, Italia, Jepang...
Inggris, Italia, Jepang Bersatu Ciptakan Jet Tempur Generasi Ke-6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved