Peringatan China Tak Digubris, Kapal Perang Inggris Masuki Laut China Selatan

Selasa, 27 Juli 2021 - 20:48 WIB
loading...
A A A
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab memperingatkan Beijing bahwa armada Inggris, yang dipelopori oleh kapal baru HMS Queen Elizabeth - yang digambarkan sebagai "bendera" angkatan laut Inggris - akan memasuki Laut China Selatan.

"Benar sekali kami menjalankan dan membela hak, dan kami melakukannya dari laut teritorial Ukraina ke Laut China Selatan," kata Raab kepada komite urusan luar negeri parlemen.

Kelompok tempur kapal Angkatan Laut Inggris akan melakukan kunjungan ke lima pelabuhan Jepang pada bulan September, kata para pejabat selama kunjungan Menteri Pertahanan Ben Wallace ke Tokyo. Saat dia menggembar-gemborkan misi kelompok tempur Indo-Pasifik pada akhir April, Menteri Pertahanan Wallace menekankan bahwa mereka akan mengibarkan bendera Global untuk Inggris.

Baca juga: Inggris Akan Tempatkan Dua Kapal Perang Secara Permanen di Perairan Asia

Pernyataannya mengikuti tinjauan kebijakan luar negeri baru negara itu, yang disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kepada anggota parlemen Inggris pada akhir Maret. Laporan tersebut menunjuk kawasan Indo-Pasifik yang "semakin (menjadi) pusat geopolitik dunia."

Menanggapi laporan bahwa kapal induk terbaru Inggris akan dikerahkan ke kawasan Pasifik, termasuk laut yang diperebutkan, untuk misi operasional pertamanya, juru bicara pertahanan China Tan Kefei dikutip di South China Morning Post pada awal Januari mengatakan:

“Pihak China percaya bahwa Laut China Selatan tidak boleh menjadi lautan persaingan kekuatan besar yang didominasi oleh senjata dan kapal perang. Sumber sebenarnya dari militerisasi di Laut China Selatan berasal dari negara-negara di luar kawasan ini yang mengirimkan kapal perang mereka ribuan kilometer dari rumah untuk melenturkan otot. Militer China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
Berita Terkini
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved