PM Rusia Kunjungi Kepulauan Pasifik yang diklaim Jepang, Tokyo Marah Besar

Selasa, 27 Juli 2021 - 00:01 WIB
loading...
PM Rusia Kunjungi Kepulauan...
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengunjungi pabrik ikan di Kepulauan Kuril. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Perdana Menteri (PM) Rusia Mikhail Mishustin pada Senin (26/7) mengunjungi kepulauan Pasifik yang diklaim Jepang . Langkah itu memicu protes dari Tokyo.

Mishustin menyatakan pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan mendirikan zona ekonomi khusus di wilayah itu.

Pekan ini, Mishustin sedang melakukan tur ke Timur Jauh Rusia dan Siberia, serta Kepulauan Kuril menjadi pemberhentian pertamanya pada Senin (26/7).

Baca juga: Putin: AL Rusia Dapat Lakukan Serangan yang Tak Bisa Dicegah Jika Diperlukan

Mishustin mengunjungi rumah sakit dan pabrik ikan di Iturup, salah satu dari empat pulau Kuril paling selatan.

Baca juga: Gara-gara Demo Rusuh, Presiden Tunisia Pecat PM dan Bekukan DPR

Dia mengatakan kepada para pekerja pabrik bahwa pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan menciptakan zona ekonomi khusus di kepulauan itu, di mana bisnis dan investor akan bebas dari sebagian besar pajak dan bea masuk.

Baca juga: Dikritik PBB Soal Penanganan Demonstrasi, Iran Kesal

“Langkah yang saat ini dipikirkan Rusia bisa menjadi solusi yang baik bagi investor, termasuk yang di Barat, juga untuk Jepang, yang, jika tertarik, dapat menciptakan lapangan kerja di sini,” papar Mishustin.

Dia menambahkan, "Rezim khusus ini akan memungkinkan intensifikasi kegiatan ekonomi di kepulauan.”

Mishustin mengatakan dia akan membahas proyek tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada Jumat, Putin meminta perdana menteri "memberikan perhatian khusus" ke Kepulauan Kuril selama perjalanannya ke Timur Jauh.

Putin mencatat, “Moskow telah bekerja dengan mitra Jepang untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.”

Jepang menegaskan hak teritorial atas kepulauan yang disebutnya sebagai Wilayah Utara.

Uni Soviet merebut kepulauan itu di hari-hari terakhir Perang Dunia II, dan perselisihan telah membuat kedua negara tidak menandatangani perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri permusuhan mereka.

Upaya diplomatik selama puluhan tahun untuk merundingkan penyelesaian belum membuahkan hasil yang nyata.

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghabiskan banyak waktu dan usaha dengan harapan dapat merundingkan solusi selama hampir delapan tahun menjabat, tetapi dia hanya mendapatkan sedikit kemajuan.

Tak lama setelah menjabat September lalu, Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih Yoshihide Suga membahas sengketa teritorial dalam panggilan telepon dengan Putin.

Suga mengatakan dia berharap menemukan penyelesaian dan menandatangani perjanjian damai dengan Rusia.

Setelah kunjungan Mishustin ke Iturup pada Senin, Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Takeo Mori memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang, Mikhail Galuzin, untuk memprotes tindakan Mishustin.

“Duta Besar mengatakan protes itu tidak dapat diterima mengingat posisi fundamental pihak Rusia di Kepulauan Kuril selatan, yang diteruskan ke negara kami secara legal setelah hasil Perang Dunia II,” ungkap Kedutaan Besar Rusia di Jepang dalam pernyataan di Facebook.

Kementerian Luar Negeri Rusia lantas memprotes tindakan otoritas Jepang dan mendesak, “Para mitra untuk tidak tergelincir ke arah garis destruktif dalam hubungan bilateral.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga membela kunjungan Mishustin ke Iturup, dengan mengatakan, “Sebagai kepala pemerintahan, perdana menteri Rusia mengunjungi wilayah-wilayah Rusia yang dia anggap perlu dan dalam pengembangannya, termasuk bekerja sama dengan mitra kami, banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved