Dengan Mata Tertuju pada China, Bos Pentagon Menuju ke Asia Tenggara

Senin, 26 Juli 2021 - 13:27 WIB
loading...
A A A
“Pemerintah memahami bahwa kawasan ini sangat penting, jadi itu adalah bagian besar darinya: muncul begitu saja,” kata Gregory Poling, fellow senior untuk Asia Tenggara di Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.

Seorang diplomat Asia, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan tampaknya pemerintahan Biden sekarang mengarahkan fokusnya lebih tegas pada Asia setelah menangani masalah global lainnya, seperti hubungan dengan Rusia dan Eropa.

Austin sebenarnya sudah dijadwalkan mengunjungi Asia Tenggara pada Juni lalu, tetapi terpaksa ditunda karena pembatasan COVID-19 di Singapura.

"Daging di Tulang"

Sejauh ini pemerintahan Biden secara luas berusaha untuk menggalang sekutu dan mitra untuk membentuk front persatuan melawan apa yang dikatakannya sebagai kebijakan ekonomi dan luar negeri China yang semakin memaksa.

Baca juga: Afghanistan di Ujung Tanduk, AS Bersumpah Terus Bombardir Taliban

Salah satu pilar keterlibatan yang kurang mencolok adalah di sisi ekonomi dan perdagangan setelah pendahulu Biden, Donald Trump, menarik diri dari pakta perdagangan Kemitraan Trans Pasifik pada 2017.

Pemerintah telah menjelaskan bahwa tidak terburu-buru untuk bergabung kembali dengan pakta semacam itu, yang menurut para kritikus akan merugikan pekerjaan Amerika, tetapi telah membahas kemungkinan perjanjian yang lebih kecil seperti pada perdagangan digital.

Pentagon telah menyelesaikan studi tentang kebijakan China dan Austin telah mengeluarkan arahan internal yang menyerukan beberapa inisiatif, tetapi hanya sedikit rincian yang muncul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved