Ilhan Omar: Saudi dan Israel Terlalu Banyak Pengaruhi Kebijakan AS
Kamis, 28 Mei 2020 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang pemerintahan Presiden Donald Trump, Israel dan Arab Saudi tampak menggunakan keuangan dan hubungan mereka dengan pemerintahan AS untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri Trump.
Hal itu terlihat dalam cara AS melihat tindakan Israel melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan peran Saudi dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.
“Ada koneksi mengkhawatirkan pada kebijakan benar-benar merusak yang diusulkan Israel dan bagaimana itu distempel oleh pemerintahan ini. Dan bagaimana itu didorong oleh warga AS yang memiliki koneksi dan pengaruh dengan pemerintahan ini,” papar Omar. (Baca Juga: Boeing Pangkas Lebih dari 12.000 Pegawai di AS, Ribuan Lagi Tunggu PHK)
Omar meningkatkan kritiknya terhadap Israel dan lobi Israel dalam politik AS selama pemerintahan Trump. Akibatnya, Omar sering mendapat serangan balasan, ancaman pembunuhan dan kandidat dari Partai Republik menyeru agar Omar digantung.
Saat wawancara, Omar menyamakan kritiknya untuk Israel sama dengan kritiknya pada Saudi. “Saya bicara tentang uang darah Saudi dan mereka pengisap darah dan tak ada yang mengatakan ‘Ini Islamophobia’,” ujar Omar. (Baca Juga: Pompeo: Hong Kong Tak Lagi Layak Dapat Status Khusus AS)
Hal itu terlihat dalam cara AS melihat tindakan Israel melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan peran Saudi dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.
“Ada koneksi mengkhawatirkan pada kebijakan benar-benar merusak yang diusulkan Israel dan bagaimana itu distempel oleh pemerintahan ini. Dan bagaimana itu didorong oleh warga AS yang memiliki koneksi dan pengaruh dengan pemerintahan ini,” papar Omar. (Baca Juga: Boeing Pangkas Lebih dari 12.000 Pegawai di AS, Ribuan Lagi Tunggu PHK)
Omar meningkatkan kritiknya terhadap Israel dan lobi Israel dalam politik AS selama pemerintahan Trump. Akibatnya, Omar sering mendapat serangan balasan, ancaman pembunuhan dan kandidat dari Partai Republik menyeru agar Omar digantung.
Saat wawancara, Omar menyamakan kritiknya untuk Israel sama dengan kritiknya pada Saudi. “Saya bicara tentang uang darah Saudi dan mereka pengisap darah dan tak ada yang mengatakan ‘Ini Islamophobia’,” ujar Omar. (Baca Juga: Pompeo: Hong Kong Tak Lagi Layak Dapat Status Khusus AS)
(sya)
Lihat Juga :