Minggu Depan, AS-Rusia Gelar Pembicaraan Pengendalian Senjata Nuklir

loading...
Minggu Depan, AS-Rusia Gelar Pembicaraan Pengendalian Senjata Nuklir
Minggu depan, AS-Rusia gelar pembicaraan pengendalian senjata nuklir. Foto/Ilustrasi/Sindonews
WASHINGTON - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman akan memimpin delegasi pada pembicaraan pengendalian senjata nuklir dengan Rusia di Jenewa pada 28 Juli. Pengumuman itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS.

Sherman akan melakukan perjalanan ke Jenewa untuk pertemuan pertama dari pembicaraan yang dilanjutkan pada hari Rabu di belakang pertemuan di China pada hari Minggu dan Senin dan setelah singgah di Oman.

Baca juga: Akhir Pekan, Wamenlu AS Sambangi China di Tengah Meningkatnya Ketegangan

Dia akan bergabung dengan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional Bonnie Jenkins, yang nominasinya untuk peran itu akhirnya dikonfirmasi oleh Senat AS minggu ini.



“Pertemuan ini menindaklanjuti komitmen yang dibuat antara Presiden Biden dan Presiden Rusia Putin untuk melakukan dialog yang disengaja dan kuat antara kedua negara kami yang akan berusaha meletakkan dasar bagi pengendalian senjata di masa depan dan langkah-langkah pengurangan risiko,” kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (24/7/2021).

Sebelumnya selama pertemuan tingkat atas pertama bulan lalu antara dua kekuatan nuklir, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk memulai kembali pembicaraan yang dikenal sebagai dialog Stabilitas Strategis Rusia-AS, yang bertujuan untuk mengurangi risiko perang nuklir.

Baca juga: Dua Kekuatan Besar Bertemu, Biden-Putin Terlibat Diskusi Berjam-jam

Perjanjian pengendalian senjata nuklir, yang akan berakhir pada 5 Februari mendatang, membatasi Amerika Serikat dan Rusia untuk mengerahkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis.

Selain membatasi jumlah senjata nuklir strategis yang dikerahkan ke level terendah dalam beberapa dekade, New START juga membatasi rudal dan pembom darat dan kapal selam yang mengirimkannya.

Berakhirnya perjanjian itu akan mengakhiri semua pembatasan pada penyebaran hulu ledak nuklir strategis AS dan Rusia dan sistem pengiriman yang membawanya. Para ahli kebijakan menilai kegagalan memperpanjang perjanjian itu berpotensi memicu perlombaan senjata baru.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top