Taliban dalam 'Status Pertahanan' selama Libur Idul Adha Afghanistan

Rabu, 21 Juli 2021 - 15:11 WIB
loading...
Taliban dalam Status...
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tetap melaksanakan salat Idul Adha saat hujan roket dekat istana kepresidenan di Kabul. Foto/tv
A A A
KABUL - Taliban mengatakan mereka akan berjuang hanya untuk membela diri selama hari raya Idul Adha. Meski demikian, Taliban tidak mengumumkan gencatan senjata resmi.

Para gerilyawan melancarkan serangan besar-besaran di Afghanistan, merebut wilayah, menguasai penyeberangan perbatasan dan mengepung kota-kota, saat pasukan asing ditarik keluar.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami dalam status pertahanan selama Idul Adha," ungkap seorang juru bicara Taliban, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Biden: Iran Terus Pasok Senjata untuk Hizbullah, Kedaulatan Lebanon Dirusak

Idul Adha adalah salah satu festival terbesar dalam kalender Muslim di penjuru dunia. Di Afghanistan, perayaan Idul Adha dimulai Senin dan akan berlangsung hingga Jumat.

Baca juga: Informan FBI Dituduh Terlibat Rencana Penculikan Gubernur Michigan

Untuk hari raya Islam sebelumnya, Taliban telah mengumumkan jeda pertempuran dengan pasukan pemerintah, menawarkan jeda singkat kepada warga Afghanistan untuk mengunjungi keluarga dengan relatif aman.

Baca juga: Bendungan Terancam Jebol karena Banjir di China, 20.000 Tentara Dikerahkan

Tetapi Taliban dikritik karena menggunakan gencatan senjata untuk memperkuat posisi mereka dan memasok para pejuang sehingga memungkinkan mereka menyerang pasukan keamanan Afghanistan begitu gencatan senjata berakhir.

Komentar Taliban muncul sehari setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dalam pidatonya bahwa, “Taliban telah membuktikan mereka tidak memiliki keinginan dan niat untuk perdamaian.”

Beberapa menit sebelum pidatonya, setidaknya tiga roket mendarat di dekat istana kepresidenan tempat Ghani mengadakan salat Idul Adha di luar ruangan dengan para pejabat tinggi untuk menandai dimulainya Idul Adha.

Serangan itu diklaim oleh kelompok Negara Islam (ISIS).

Meskipun secara ideologis berbeda, ISIS yang jauh lebih kecil telah dituduh di masa lalu bertindak sebagai wakil Taliban, terutama dalam serangan yang menargetkan pekerja negeri sipil.

Lebih dari selusin misi diplomatik di Kabul pekan ini menyerukan “penghentian mendesak” serangan Taliban saat ini. Mereka mengatakan serangan Taliban bertentangan dengan klaim bahwa Taliban ingin mengamankan kesepakatan politik untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan itu mengikuti putaran lain dari pembicaraan tidak meyakinkan di Doha selama akhir pekan antara kedua belah pihak.

Selama akhir pekan, pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada mengatakan dia “sangat mendukung” penyelesaian politik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Rayakan Tumbangnya Bashar Al Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved