Inggris Ngotot Kerahkan Kapal Perang Secara Permanen di Laut China Selatan

Rabu, 21 Juli 2021 - 11:19 WIB
loading...
Inggris Ngotot Kerahkan...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth merupakan bagian dari armada penyerang angkatan laut Inggris. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Inggris mengumumkan rencana untuk secara permanen mengerahkan armada kapal angkatan laut ke Jepang, berlayar melalui Laut China Selatan.

Langkah Inggris ini dilakukan saat negara-negara Barat meningkatkan keterlibatan di kawasan Pasifik.

Inggris mengumumkan mereka akan secara permanen mengerahkan dua kapal angkatan laut ke perairan sekitar Jepang akhir tahun ini, menjelang kedatangan armada penyerang kapal induk yang dipimpin HMS Queen Elizabeth di Jepang.

Baca juga: Bendungan Terancam Jebol karena Banjir di China, 20.000 Tentara Dikerahkan

“Menyusul pengerahan perdana armada penyerang itu, Inggris akan secara permanen menugaskan dua kapal di kawasan itu mulai akhir tahun ini,” papar Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace di Tokyo pada konferensi pers bersama dengan Menhan Jepang Nobuo Kishi.

Baca juga: Viral, Penumpang Kereta Bawah Tanah China Terjebak Banjir di Henan

Wallace menyatakan kapal-kapal Inggris tidak akan secara khusus berbasis di pelabuhan Jepang tetapi akan berpatroli di perairan sekitarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved