Versi Polisi Kolombia, Ini Dalang Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise
Sabtu, 17 Juli 2021 - 09:34 WIB
loading...
Para tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. Foto/Sky News
A
A
A
BOGOTA - Kepala Polisi Kolombia, Jenderal Jorge Vergas, mengungkap bahwa mantan pejabat Kementerian Kehakiman Haiti Joseph Felix Badio adalah sosok yang memerintahkan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise .
Jenderal Vergas mengungkap dalang pembunuhan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan yang dilakukan polisi Kolombia.
Baca juga: Kasus Presiden Moise Ditembak Mati: Libatkan Bos Paspampres Haiti, Begini Plotnya
Polisi Kolombia terlibat dalam penyelidikan karena puluhan tentara bayaran yang terlibat dalam pembunuhan brutal Moise di kediamannya di Port-au-Prince adalah warga Kolombia. Bahkan, sebagian dari tersangka adalah mantan tentara militer Kolombia.
"Joseph Felix Badio, yang menjabat sebagai pejabat Kementerian Kehakiman dan bekerja sama dengan intelijen di Unit Anti-Korupsi, mengatakan kepada [Duberney] Capador dan [German] Rivera untuk membunuh presiden Haiti," kata Vargas dalam konferensi pers seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (17/7/2021).
Capador—seorang pensiunan sersan tentara Kolombia yang bertanggung jawab untuk merekrut tentara bayaran—, dan Rivera—seorang mantan kapten tentara Kolombia—, melakukan perjalanan pertama mereka ke Haiti pada 10 Mei, ketika mereka bertemu dengan Emmanuel Sanon, yang dicurigai sebagai bagian dari organisasi kejahatan.
Baca juga: Para Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ternyata Informan DEA dan FBI
Jenderal Vergas mengungkap dalang pembunuhan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan yang dilakukan polisi Kolombia.
Baca juga: Kasus Presiden Moise Ditembak Mati: Libatkan Bos Paspampres Haiti, Begini Plotnya
Polisi Kolombia terlibat dalam penyelidikan karena puluhan tentara bayaran yang terlibat dalam pembunuhan brutal Moise di kediamannya di Port-au-Prince adalah warga Kolombia. Bahkan, sebagian dari tersangka adalah mantan tentara militer Kolombia.
"Joseph Felix Badio, yang menjabat sebagai pejabat Kementerian Kehakiman dan bekerja sama dengan intelijen di Unit Anti-Korupsi, mengatakan kepada [Duberney] Capador dan [German] Rivera untuk membunuh presiden Haiti," kata Vargas dalam konferensi pers seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (17/7/2021).
Capador—seorang pensiunan sersan tentara Kolombia yang bertanggung jawab untuk merekrut tentara bayaran—, dan Rivera—seorang mantan kapten tentara Kolombia—, melakukan perjalanan pertama mereka ke Haiti pada 10 Mei, ketika mereka bertemu dengan Emmanuel Sanon, yang dicurigai sebagai bagian dari organisasi kejahatan.
Baca juga: Para Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ternyata Informan DEA dan FBI
Lihat Juga :