Berbahaya, Prancis Larang Hydroxychloroquine untuk Obati Covid-19

Rabu, 27 Mei 2020 - 20:07 WIB
loading...
Berbahaya, Prancis Larang...
Prancis larang penggunaan Hydroxychloroquine untuk mengobati Covid-19 dengan alasan keselamatan. Foto/Ilustrasi
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis secara resmi malarang dokter rumah sakit untuk memberikan hydroxychloroquine untuk mengobati pasien yang menderita Covid-19 parah, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona baru.

Langkah itu, yang segera diberlakukan, adalah yang pertama oleh suatu negara sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Senin mengatakan mereka menghentikan percobaan penggunaan obat malaria pada pasien Covid-19 karena masalah keselamatan. (Baca: WHO Hentikan Tes Obat Malaria pada Pasien Covid-19 )

Keputusan itu diumumkan dalam buletin resmi pemerintah dan dikonfirmasi oleh pernyataan oleh kementerian kesehatan. Namun keputusan itu tidak merujuk pada pembatalan uji coba yang dilakukan WHO.

Prancis pada akhir Maret memutuskan untuk mengizinkan penggunaan hydroxychloroquine, yang selain digunakan untuk mengobati malaria juga disetujui untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis. Dalam situasi khusus dan di rumah sakit hydroxychloroquine juga digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Jurnal medis Inggris The Lancet telah melaporkan bahwa pasien yang mendapatkan hydroxychloroquine mengalami peningkatan angka kematian dan detak jantung yang tidak teratur. Laporan ini menambah serangkaian hasil mengecewakan lainnya untuk obat tersebut sebagai cara untuk mengobati Covid-19. (Baca: Dipromosikan Trump Obati Covid-19, Obat Anti Malaria Ternyata Berbahaya )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendorong penggunaan hydroxychloroquine dalam beberapa bulan terakhir sebagai kemungkinan pengobatan virus Corona. (Baca: Trump Mengaku Minum Obat Malaria Selama Beberapa Pekan )

Hingga kini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk mengobati Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 350.000 orang di seluruh dunia.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved