Dipromosikan Trump Obati Covid-19, Obat Anti Malaria Ternyata Berbahaya

Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:53 WIB
loading...
Dipromosikan Trump Obati...
Obat anti malaria yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump untuk mengobati Covid-19 ternyata berbahaya. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Obat anti malaria yang dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai pengobatan Covid-19 ternyata mempunyai tingkat kematian yang tinggi dan menimbulkan masalah irama jantung bagi pasien virus Corona baru. Begitu hasil studi global menunjukkan.

Laporan yang dimuat dalam jurnal medis Lancet bukan tes ketat hydroxychloroquine atau chloroquine tetapi uji observasional. Uji observasional itu mempelajari 96.000 pasien di 671 rumah sakit di enam benua.

"Tidak hanya tidak ada manfaatnya, tetapi kami melihat sinyal bahaya yang sangat konsisten," ujar salah satu pemimpin penelitian, Dr Mandeep Mehra, seorang spesialis jantung di Brigham and Women's Hospital di Boston, Massachusetts, seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (23/5/2020)

Para peneliti memperkirakan bahwa tingkat kematian akibat penggunaan obat, dengan atau tanpa antibiotik seperti azithromycin, kira-kira 13% berbanding 9% untuk pasien yang tidak meminumnya.

Risiko berkembang menjadi masalah irama jantung yang serius lebih dari lima kali lebih besar.

Menurut kepala penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr David Aronoff, meskipun hanya observasional, ukuran dan ruang lingkup penelitian ini memberikan banyak dampak.

"Ini benar-benar memberi kita tingkat kepercayaan bahwa kita tidak mungkin melihat manfaat besar dari obat ini dalam pengobatan Covid-19 dan mungkin membahayakan," kata Dr Aronoff, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved