NASA Ajak Blue Origin dan GE Kembangkan Pesawat Antariksa Tenaga Nuklir
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kerusuhan Afrika Selatan Bak Medan Perang, 72 Orang Tewas, 200 Mal Dijarah
“Kontrak desain ini merupakan langkah penting menuju perangkat keras reaktor nyata yang suatu hari nanti dapat mendorong misi baru dan penemuan menarik,” papar Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.
“Sistem propulsi nuklir lebih efisien daripada roket berbasis kimia standar, yang berarti mereka menjanjikan untuk melakukan perjalanan lebih cepat untuk misi yang lebih ambisius, lebih jauh ke luar angkasa,” ungkap pernyataan National Aeronautics and Space Administration.
Sementara itu, energi nuklir sekarang menghasilkan sekitar 10% listrik dunia, turun dari puncaknya 18% pada pertengahan 1990-an.
Butuh beberapa tahun untuk mengembangkan teknologi perjalanan ruang angkasa, yang menghadapi berbagai rintangan signifikan.
Adapun pembangkit listrik tenaga nuklir telah digunakan selama beberapa dekade di kapal selam dan kapal induk.
Meski demikian, menempatkan satu reaktor nuklir di roket memiliki risiko yang besar.
“Kontrak desain ini merupakan langkah penting menuju perangkat keras reaktor nyata yang suatu hari nanti dapat mendorong misi baru dan penemuan menarik,” papar Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.
“Sistem propulsi nuklir lebih efisien daripada roket berbasis kimia standar, yang berarti mereka menjanjikan untuk melakukan perjalanan lebih cepat untuk misi yang lebih ambisius, lebih jauh ke luar angkasa,” ungkap pernyataan National Aeronautics and Space Administration.
Sementara itu, energi nuklir sekarang menghasilkan sekitar 10% listrik dunia, turun dari puncaknya 18% pada pertengahan 1990-an.
Butuh beberapa tahun untuk mengembangkan teknologi perjalanan ruang angkasa, yang menghadapi berbagai rintangan signifikan.
Adapun pembangkit listrik tenaga nuklir telah digunakan selama beberapa dekade di kapal selam dan kapal induk.
Meski demikian, menempatkan satu reaktor nuklir di roket memiliki risiko yang besar.
Lihat Juga :