NASA Ajak Blue Origin dan GE Kembangkan Pesawat Antariksa Tenaga Nuklir
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Upaya membawa nuklir ke antariksa datang di tengah kebangkitan aktivitas ekstra-planet, dengan pemerintah AS menjelajahi Mars dan merencanakan misi berawak pertama ke bulan dalam beberapa dekade.
Sementara itu, perusahaan yang didukung para miliarder selebriti berlomba mengkomersialkan pariwisata luar angkasa.
Virgin Galactic Holdings Inc pada Minggu menyelesaikan penerbangan uji suborbital dengan sang pendiri Richard Branson di dalamnya.
Pendiri Amazon.com Inc Bezos berencana terbang ke luar angkasa pekan depan dengan roket yang dibuat Blue Origin.
General Electric Co (GE) membuat banyak reaktor era 1970-an dan 1980-an yang memperoleh energi dari air mendidih dan tetap menjadi inti portofolio nuklir AS.
Baru-baru ini, perusahaan itu telah mengkhususkan diri dalam reaktor yang lebih kecil yang tidak memerlukan infrastruktur yang sama, melalui joint venture dengan Hitachi Ltd.
Pengembangan dan minat pada tenaga nuklir yang lebih besar telah melambat dalam beberapa tahun terakhir karena pembengkakan biaya dan reaksi publik setelah tragedi nuklir Fukushima, Jepang, pada 2011.
Sementara itu, perusahaan yang didukung para miliarder selebriti berlomba mengkomersialkan pariwisata luar angkasa.
Virgin Galactic Holdings Inc pada Minggu menyelesaikan penerbangan uji suborbital dengan sang pendiri Richard Branson di dalamnya.
Pendiri Amazon.com Inc Bezos berencana terbang ke luar angkasa pekan depan dengan roket yang dibuat Blue Origin.
General Electric Co (GE) membuat banyak reaktor era 1970-an dan 1980-an yang memperoleh energi dari air mendidih dan tetap menjadi inti portofolio nuklir AS.
Baru-baru ini, perusahaan itu telah mengkhususkan diri dalam reaktor yang lebih kecil yang tidak memerlukan infrastruktur yang sama, melalui joint venture dengan Hitachi Ltd.
Pengembangan dan minat pada tenaga nuklir yang lebih besar telah melambat dalam beberapa tahun terakhir karena pembengkakan biaya dan reaksi publik setelah tragedi nuklir Fukushima, Jepang, pada 2011.
(sya)
Lihat Juga :