Seoul Larang Lagu Bernada Cepat di Gyms untuk Setop Keringat dan COVID
Selasa, 13 Juli 2021 - 18:37 WIB
loading...
Sejumlah orang memakai treadmill di Seoul, Korsel. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Pusat kebugaran (gyms) di ibu kota Korea Selatan (Korsel), Seoul, dan wilayah sekitarnya diberitahu untuk tidak memutar musik dengan tempo lebih tinggi dari 120 ketukan per menit (bpm).
Larangan itu diterapkan pemerintah untuk membatasi penyebaran Covid-19.
Tak hanya itu, treadmill akan dibatasi hingga kecepatan maksimum 6 km/jam.
Baca juga: 24 Tahun Mencari, 500.000 Km Perjalanan, Ayah Bertemu Lagi Putranya yang Diculik
Pejabat kesehatan mengatakan pembatasan itu akan mencegah orang bernapas terlalu cepat atau memercikkan keringat satu sama lain di dalam gyms.
Baca juga: Ibu Ini Jual Bayinya Rp9,7 Juta tapi Mengarang Cerita Penculikan
Melihat sekilas batas bpm K-pop menunjukkan bahwa para penggemar Blackpink mungkin lebih menderita daripada penggemar BTS.
Baca juga: Pakar AS Umbar Gambar 236 Kapal China Buang Kotoran Manusia dan Limbah di LCS
Korea Selatan sedang berjuang melawan wabah baru virus corona, dengan 1.100 kasus baru tercatat pada Minggu.
Perdana Menteri (PM) Korsel Kim Boo-kyum memperingatkan pada Jumat bahwa negara itu telah mencapai "tingkat krisis maksimum".
Mereka yang menghadiri kelas olahraga seperti Zumba, spin, dan aerobik di wilayah Seoul yang lebih besar akan menghadapi batas 120 bpm mulai Senin.
Orang-orang juga hanya diperbolehkan menghabiskan dua jam pada satu waktu di fasilitas olahraga dalam ruangan dan tidak boleh menggunakan shower untuk mandi.
Semua fasilitas olahraga harus tutup pada pukul 22:00. Kebijakan itu dipertanyakan oleh para pemilik gym.
Kang Hyun-ku, pemilik gym di Seoul, bertanya apakah ada bukti bahwa pilihan antara musik klasik dan BTS berdampak pada penyebaran virus.
Dia juga mengatakan kepada Reuters banyak orang menggunakan earphone mereka sendiri. Dia pun bertanya, "Bagaimana Anda mengontrol daftar putar lagu mereka?"
Tetapi para pejabat mengatakan langkah-langkah itu membantu mencegah pusat kebugaran ditutup sepenuhnya.
Para ahli mengatakan sulit untuk mengetahui apakah orang telah terinfeksi COVID-19 di gym. Angka-angka dari Inggris tahun lalu menunjukkan gyms bukan hotspot yang signifikan untuk infeksi.
Larangan itu diterapkan pemerintah untuk membatasi penyebaran Covid-19.
Tak hanya itu, treadmill akan dibatasi hingga kecepatan maksimum 6 km/jam.
Baca juga: 24 Tahun Mencari, 500.000 Km Perjalanan, Ayah Bertemu Lagi Putranya yang Diculik
Pejabat kesehatan mengatakan pembatasan itu akan mencegah orang bernapas terlalu cepat atau memercikkan keringat satu sama lain di dalam gyms.
Baca juga: Ibu Ini Jual Bayinya Rp9,7 Juta tapi Mengarang Cerita Penculikan
Melihat sekilas batas bpm K-pop menunjukkan bahwa para penggemar Blackpink mungkin lebih menderita daripada penggemar BTS.
Baca juga: Pakar AS Umbar Gambar 236 Kapal China Buang Kotoran Manusia dan Limbah di LCS
Korea Selatan sedang berjuang melawan wabah baru virus corona, dengan 1.100 kasus baru tercatat pada Minggu.
Perdana Menteri (PM) Korsel Kim Boo-kyum memperingatkan pada Jumat bahwa negara itu telah mencapai "tingkat krisis maksimum".
Mereka yang menghadiri kelas olahraga seperti Zumba, spin, dan aerobik di wilayah Seoul yang lebih besar akan menghadapi batas 120 bpm mulai Senin.
Orang-orang juga hanya diperbolehkan menghabiskan dua jam pada satu waktu di fasilitas olahraga dalam ruangan dan tidak boleh menggunakan shower untuk mandi.
Semua fasilitas olahraga harus tutup pada pukul 22:00. Kebijakan itu dipertanyakan oleh para pemilik gym.
Kang Hyun-ku, pemilik gym di Seoul, bertanya apakah ada bukti bahwa pilihan antara musik klasik dan BTS berdampak pada penyebaran virus.
Dia juga mengatakan kepada Reuters banyak orang menggunakan earphone mereka sendiri. Dia pun bertanya, "Bagaimana Anda mengontrol daftar putar lagu mereka?"
Tetapi para pejabat mengatakan langkah-langkah itu membantu mencegah pusat kebugaran ditutup sepenuhnya.
Para ahli mengatakan sulit untuk mengetahui apakah orang telah terinfeksi COVID-19 di gym. Angka-angka dari Inggris tahun lalu menunjukkan gyms bukan hotspot yang signifikan untuk infeksi.
(sya)
Lihat Juga :