Para Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ternyata Informan DEA dan FBI

Selasa, 13 Juli 2021 - 13:50 WIB
loading...
Para Tersangka Pembunuhan...
Para tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. Foto/Sky News
A A A
WASHINGTON - Drug and Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi bahwa setidaknya satu tersangka yang ditangkap karena pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise adalah informan mereka.

Beberapa tersangka lain, seperti dilaporkan CNN, juga merupakan informan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Baca juga: Tembak Mati Presiden Haiti, Geng Tentara Bayaran Klaim Rencananya Hanya Menangkap

Presiden Moise ditembak mati secara brutal pada Rabu dini hari pekan lalu oleh sekelompok tentara bayaran asing yang mengaku sebagai agen DEA. Para tersangka beraksi setelah menggerebek kediaman korban di dekat Port-au-Prince.

Menanggapi laporan investigasi CNN pada hari Senin, kedua agensi Amerika secara resmi membantah bahwa para tersangka bertindak atas nama kedua lembaga. Namun, DEA mengakui salah satu tersangka yang ditahan oleh otoritas Haiti adalah sumber rahasia mereka.

Setelah pembunuhan itu, menurut CNN, salah satu tersangka menghubungi kontaknya di DEA, yang mendesaknya untuk menyerah kepada pihak berwenang setempat.

"DEA dan Departemen Luar Negeri AS memberikan informasi kepada pemerintah Haiti yang membantu penyerahan dan penangkapan tersangka dan satu orang lainnya," kata badan pemberantasan narkoba tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, seorang pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya berusaha mengklarifikasi bahwa tersangka bukanlah informan DEA aktif pada saat pembunuhan Moise.

Baca juga: Haiti Tangkap 'Dokter Florida' Dalang Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise

Kepolisi Nasional Haiti sebelumnya mengatakan plot pembunuhan brutal itu melibatkan sedikitnya 28 orang. Sebagian besar tersangka yang ditahan adalah warga negara Kolombia dan merupakan tentara bayaran yang disewa melalui perusahaan keamanan AS yang berbasis di Florida.

Selain itu, tiga dari mereka yang ditahan adalah warga negara AS. Salah satunya adalah Christian Emmanuel Sanon, 63. Kepala Polisi Nasional Haiti Leon Charles mengatakan Sanon diduga mendalangi pembunuhan presiden Moise.

CNN, dalam laporan investigasinya, memaparkan bahwa beberapa tersangka memiliki hubungan dengan AS, termasuk bekerja sebagai informan untuk FBI. Laporan itu juga mengutip sumber anonim yang menjelaskan masalah tersebut.

Berbeda dengan DEA, FBI tidak mengonfirmasi atau menyangkal laporan tersebut, dan hanya mengatakan bahwa mereka menggunakan "sumber yang sah untuk mengumpulkan data intelijen" sebagai bagian dari penyelidikan mereka.

DEA memiliki kehadiran yang cukup besar di Kolombia, di mana AS dan pemerintah di Bogota telah terlibat dalam perang melawan kartel kokain selama beberapa dekade. Badan tersebut juga hadir di Haiti, tetapi situs web kedutaan AS di Port-au-Prince tidak memberikan rincian tentang kegiatannya.

Tautan ke situs web "DEA Caribbean Regional Activities" saat diakses justru mengirimkan pesan kesalahan berbunyi "requested page could not found".

Setelah pembunuhan Moise, Haiti telah meminta bantuan tentara AS dan PBB untuk menstabilkan negara itu. Ketika ditanya tentang hal itu, Gedung Putih hanya mengatakan masalah itu "sedang ditinjau" dan opsi pengiriman pasukan belum dikesampingkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved