Moskow Sebut Langkah AS 'Blacklist' Perusahaan Rusia Tindakan Konfrontatif
Minggu, 11 Juli 2021 - 20:11 WIB
loading...
Moskow menilai eputusan Departemen Perdagangan AS masukkan lebih banyak perusahaan Rusia ke dalam daftar hitam adalah langkah konfrontatif oleh Washington. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Keputusan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) untuk memasukkan lebih banyak perusahaan Rusia ke dalam daftar hitam adalah langkah konfrontatif oleh Washington. Hal itu diutarakan Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov.
"Ini adalah langkah konfrontatif lain sebagai bagian dari upaya yang disengaja Washington untuk membatasi akses perusahaan domestik ke teknologi presisi tinggi dari luar negeri," katanya.
"Ini secara fundamental kontras dengan pernyataan otoritas AS, termasuk selama KTT di Jenewa, tentang perlunya menormalkan seluruh rentang hubungan bilateral," sambungnya. Baca juga: Unjuk Kekuatan, Helikopter Tempur Rusia Tembakkan Rudal di Perbatasan Afghanistan
Antonov mengatakan, ini mengacu pada daftar kontrol ekspor, yang mencakup perusahaan-perusahaan yang berbasis di Moskow yang bergerak di bidang mikroelektronika.
"Pada saat yang sama, pihak AS sekali lagi tidak memberikan secara spesifik pelanggaran apa yang terungkap," ungkap Antonov, seperti dilansir Tass pada Minggu (11/7/2021).
"Ini adalah langkah konfrontatif lain sebagai bagian dari upaya yang disengaja Washington untuk membatasi akses perusahaan domestik ke teknologi presisi tinggi dari luar negeri," katanya.
"Ini secara fundamental kontras dengan pernyataan otoritas AS, termasuk selama KTT di Jenewa, tentang perlunya menormalkan seluruh rentang hubungan bilateral," sambungnya. Baca juga: Unjuk Kekuatan, Helikopter Tempur Rusia Tembakkan Rudal di Perbatasan Afghanistan
Antonov mengatakan, ini mengacu pada daftar kontrol ekspor, yang mencakup perusahaan-perusahaan yang berbasis di Moskow yang bergerak di bidang mikroelektronika.
"Pada saat yang sama, pihak AS sekali lagi tidak memberikan secara spesifik pelanggaran apa yang terungkap," ungkap Antonov, seperti dilansir Tass pada Minggu (11/7/2021).
Lihat Juga :