Iran Tuding Arab Saudi Punya Rencana Nuklir Rahasia

Sabtu, 10 Juli 2021 - 01:06 WIB
loading...
A A A
Iran memberi tahu IAEA tentang rencana untuk memproduksi logam uranium yang diperkaya untuk reaktor penelitian di Teheran minggu ini, dengan Gharibabadi menunjukkan bahwa langkah itu akan secara substansial meningkatkan kemampuan Iran untuk memproduksi radio-farmasi, dan menjadikan Republik Islam Iran salah satu negara terkemuka di bidang teknologi nuklir.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Inggris , Prancis dan Jerman telah menyatakan keprihatinan atas rencana produksi logam uranium Iran, menunjukkan bahwa zat tersebut memiliki potensi aplikasi militer.

Teheran telah menepis kekhawatiran ini, menunjukkan bahwa logam uranium adalah komponen untuk produksi silisida, bahan bakar nuklir canggih, dan mengingat bahwa itu tetap tidak terikat oleh ketentuan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) setelah Washington dengan keputusan sepihak untuk menarik diri dari perjanjian pada tahun 2018.

Baca juga: Mulai Produksi Logam Uranium Diperkaya, Iran Semakin Dekat dengan Senjata Nuklir

Persyaratan perjanjian mencakup komitmen untuk memberikan bantuan kepada Iran untuk meningkatkan kualitas industri radiofarmasinya, tetapi penandatangan kesepakatan yang tersisa telah gagal memenuhi komitmen ini setelah penarikan AS dari perjanjian itu.

Sementara itu para pejabat AS telah berulang kali meyakinkan masyarakat internasional bahwa Washington tidak akan pernah membiarkan Arab Saudi menjadi negara senjata nuklir, menunjukkan perkembangan seperti itu akan mengancam keamanan Israel, satu-satunya negara di Timur Tengah yang diduga memiliki senjata nuklir.

Baca juga: AS Berupaya Cegah Arab Saudi Memperoleh Bom Nuklir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved