DK PBB Kecam Pembunuhan Presiden Haiti

Kamis, 08 Juli 2021 - 18:17 WIB
loading...
DK PBB Kecam Pembunuhan...
Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise . Para tersangka pembunuhan adalah tentara bayaran yang menyamar sebagai agen Drug and Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan, DK PBB meminta semua pihak untuk tetap tenang, menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat berkontribusi pada ketidakstabilan lebih lanjut. Baca juga: Penjara Haiti Rusuh Hebat, 25 Tewas, Lebih dari 400 Napi Kabur

"Dewan membuat seruan tegas kepada semua pemangku kepentingan politik di Haiti untuk menahan diri dari segala tindakan kekerasan dan hasutan untuk melakukan kekerasan," kata DK PBB, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (8/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Komunikasi Haiti, Frantz Exantus mengatakanbahwa "dugaan pembunuh" Moïse telah ditangkap. Baca juga: Penembak Mati Presiden Haiti Mirip Agen DEA, Ini Reaksi AS

Exantus, mengatakan para tersangka telah ditangkap di lingkungan Pelerin semalam oleh Polisi Nasional dan dia berjanji akan memberikan lebih banyak informasi.

Duta Besar Haiti untuk AS, Bocchit Edmond mengatakan bahwa "beberapa dari mereka" telah ditangkap dan sedang diinterogasi. Ini menyiratkan bahwa mereka percaya yang lain masih buron. Tidak ada pejabat yang memberikan perkiraan berapa banyak tersangka yang ada.

Sementara itu, Kepala Polisi Haiti, Leon Charles mengatakan pihaknya juga berhasil menewaskan empat orang pelaku pembunuhan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Setelah Operasi Venezuela,...
Setelah Operasi Venezuela, AS Kerahkan 3 Kapal Perang ke Negara Miskin Ini, Apa Rencana Trump?
PBB Dikecam Karena Tak...
PBB Dikecam Karena Tak Berdaya Hadapi Penculikan Maduro oleh AS
AS dan Iran Bertengkar...
AS dan Iran Bertengkar Sengit di PBB Soal Perundingan Nuklir
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terkini
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved