alexametrics

Dua Milisi Irak Serukan Serangan Teror di Arab Saudi

loading...
Dua Milisi Irak Serukan Serangan Teror di Arab Saudi
Milisi syiah Irak pada 19 November 2016. Foto/Twitter/ZamanAlwslEng
A+ A-
BAGHDAD - Dua milisi syiah di Irak menyerukan serangan teroris di Arab Saudi. Ancaman ini memicu kekhawatiran tentang meningkatnya serangan yang menargetkan fasilitas pemerintah, sipil dan industri di Saudi.

Juru bicara milisi Kata’ib Hezbollah dan Gerakan Al-Nujaba merilis pernyataan yang mendorong operasi di Saudi. “Kalian tidak akan aman dari sel-sel pengkhianatan dan kemunafikan dari sisa pohon jahat hingga operasi Jihad dikirim ke Arab Saudi,” papar juru bicara Kata’ib Hezbollah, Abu Ali Al-Askari, dilansir Memo.

Kedua kelompok itu berada di bawah paying Unit Mobilisasi Populer (PMU), yang didukung Iran. PMU terdiri atas sejumlah milisi syiah yang berjuang bersama pasukan bersenjata Irak.



Dalam beberapa tahun terakhir, Kata’ib Hezbollah dituduh melancarkan serangan di jaringan pipa minyak Saudi tahun lalu dan dianggap sebagai grup teroris oleh Amerika Serikat (AS).

Serangan di fasilitas minyak Saudi Aramco menjadi bukti bahwa kelompok teror mampu memindahkan pertempuran ke Saudi dan merencanakan serangan lebih lanjut ke penjuru negara itu.

Juru bicara Al-Nujaba, Nasr Al-Shammari juga menyerukan serangan ke Saudi. Dia mengklaim 1.000 pejuang Saudi telah masuk Irak selama tahun lalu. (Baca Juga: LATAM Jadi Maskapai Terbesar di Dunia yang Bangkrut Akibat Virus Corona)

Al-Shammari menuduh para pejuang Saudi membunuh warga Irak dan menghancurkan rumah mereka. “Pikirkan tentang ini, warga Irak, inilah mengapa kita akan membalas untuk setiap tetesan darah orang tak berdosa,” tegas dia.

Milisi Al-Nujaba juga dianggap grup teroris oleh AS tahun lalu. Nama lengkap milisi itu adalah Harakat Hezbollah Al-Nujaba dan mengelola Al-Nujaba TV di Irak. (Baca Juga: Pria India Gugat Google Maps Karena Picu Masalah Pernikahan Serius)
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak