Influencer Top Ini Ditangkap Polisi karena Share Video Pemerkosaan Beramai-ramai

Kamis, 08 Juli 2021 - 15:36 WIB
loading...
Influencer Top Ini Ditangkap...
Yoseline Hoffman, salah satu influencer paling populer di Meksiko, ditangkap polisi setelah membagikan video pemerkosan beramai-ramai terhadap gadis remaja. Foto/Instagram/@justyoss
A A A
MEXICO CITY - Yoseline Hoffman, salah satu influencer internet wanita paling populer di Meksiko , ditangkap polisi setelah dia membagikan video pemerkosaan beramai-ramai (gang-rape) terhadap gadis remaja.

Dia berbagi video itu untuk jutaan pengikut media sosialnya. Gara-gara itulah, dia dituduh melakukan pelanggaran pornografi anak.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang

Dia telah dihadirkan di sidang awal pengadilan hari Rabu, di mana hakim pengadilan di Mexico City memutuskan bahwa Yoseline Hoffman, yang menggunakan nama "YosStop", harus ditahan tanpa jaminan selama dua bulan ke depan saat pihak berwenang menyelidiki tuduhan terhadapnya.

Selebriti internet ini memiliki 7 juta pengikut di Instagram dan lebih dari delapan juta pengikut di YouTube.

Videp pemerkosaan yang dia bagikan itu merupakan video dari kejadian tahun 2018 terhadap seorang gadis yang baru berusia 16 tahun. Video tersebut menunjukkan sekelompok pria memasukkan sebotol sampanye ke dalam kemaluan korban. Rekaman video itu, selain muncul di media sosial dan juga muncul di situs pornografi.

Korban telah menjadi sasaran pelecehan terus-menerus dan kemudian berakhir dengan perkelahian dengan sekelompok pelaku pelecehan internet yang mengonfrontasinya di sebuah pusat perbelanjaan Mexico City.

Ketika Hoffman mengetahui pertengkaran itu, dia menerbitkan sebuah video di mana dia menyebut korban sebagai "pelacur" dan mengeklaim remaja itu telah mengizinkan para pria untuk menyerangnya dengan imbalan tiga bungkus rokok.

Kemudian, pada Mei tahun lalu, korban membidik Hoffman di postingan media sosialnya sendiri. Sebagai pembalasan, YouTuber terkenal itu membagikan sebagian kecil video yang mendokumentasikan serangan tahun 2018, dan sekali lagi mengkritik gadis remaja tersebut.

Baca juga: Israel Kecam Presiden Belarusia yang Sebut Seluruh Dunia Berlutut pada Yahudi

Korban yang kini berusia 19 tahun menanggapi dengan mengajukan tuntutan hukum.

Pihak pengacara yang mewakili korban mencatat fakta bahwa bintang YouTube itu menyimpan dan membagikan rekaman video pemerkosaan itu merupakan pelanggaran pornografi anak.

"Dan dia sendiri menunjukkan ke kamera layar ponselnya dengan video pemerkosaan di dalamnya," kata pihak pengacara korban.

Hoffman, yang menghadapi 14 tahun penjara jika terbukti bersalah, menegaskan bahwa dia tidak bersalah. "(Dituduh) melakukan pelanggaran seperti yang yang tidak pernah saya lakukan," ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Rabu (7/7/2021).

“Sayangnya, saya menemukan diri saya terlibat dalam masalah yang tidak ada hubungannya dengan saya. Tapi saya berharap semuanya beres dan segera diselesaikan," ujarnya dalam pesan yang di-posting di media sosial.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga
Inilah 4 Perempuan Cantik...
Inilah 4 Perempuan Cantik di Balik Kartel Narkoba Terkejam, Salah Satunya Punya 3 Suami
2 Agen CIA Justru Tewas...
2 Agen CIA Justru Tewas setelah Sukses Hancurkan Laboratorium Narkoba di Meksiko
Gaji Belum Bayar, Para...
Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar
Bagaimana Pasukan Khusus...
Bagaimana Pasukan Khusus Meksiko Membunuh Gembong Kartel El Mencho?
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Keren! Ini 5 Pelatih...
Keren! Ini 5 Pelatih Top Dunia Pernah Hadapi Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved