AS Tampar Myanmar dengan Sanksi Baru, Bekukan Aset 22 Pejabat Senior
Sabtu, 03 Juli 2021 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
Di antara pejabat yang ditargetkan adalah Menteri Penerangan Chit Naing, Menteri Investasi dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Aung Naing Oo, Menteri Tenaga Kerja, Imigrasi dan Kependudukan Myint Kyaing, Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali Thet Thet Khine dan tiga anggota Dewan Tata Usaha Negara yang dibentuk militer setelah kudeta.
Sanksi tersebut membekukan aset apa pun yang mereka atau perusahaan mereka miliki di yurisdiksi AS dan melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan mereka.
Sebelumnya, AS juga pernah menjatuhkan sanksi terhadap Myanmar. Pada Februari, AS menjatuhkan sanksi terhadap penjabat presiden Myanmar dan beberapa perwira militer lainnya sebagai respons atas kudeta militer.
Kemudian pada bulan Maret, AS menjatuhkan sanksi terhadap dua anak pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing . Selain itu, AS juga menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan yang dikontrol oleh Min Aung. Sedangkan pada bulan April, AS memberlakukan sanksi baru terhadap Myanmar. Sanksi itu ditujukan kepada dua perusahaan (BUMN) milik Myanmar, setelah aksi kudeta militer yang menewaskan banyak pengunjuk rasa .
Baca juga: Jenderal Tertinggi Junta: Barat Ingin Menghancurkan dan Mengendalikan Myanmar!
Sanksi tersebut membekukan aset apa pun yang mereka atau perusahaan mereka miliki di yurisdiksi AS dan melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan mereka.
Sebelumnya, AS juga pernah menjatuhkan sanksi terhadap Myanmar. Pada Februari, AS menjatuhkan sanksi terhadap penjabat presiden Myanmar dan beberapa perwira militer lainnya sebagai respons atas kudeta militer.
Kemudian pada bulan Maret, AS menjatuhkan sanksi terhadap dua anak pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing . Selain itu, AS juga menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan yang dikontrol oleh Min Aung. Sedangkan pada bulan April, AS memberlakukan sanksi baru terhadap Myanmar. Sanksi itu ditujukan kepada dua perusahaan (BUMN) milik Myanmar, setelah aksi kudeta militer yang menewaskan banyak pengunjuk rasa .
Baca juga: Jenderal Tertinggi Junta: Barat Ingin Menghancurkan dan Mengendalikan Myanmar!
Lihat Juga :