Gerakan Islam Cabang Utara Bangkit, Israel Ketakutan

Jum'at, 02 Juli 2021 - 16:04 WIB
loading...
Gerakan Islam Cabang...
Kepala Gerakan Islam Sheikh Raed Salah berbicara saat dia tiba di penjara di Haifa, 17 Agustus 2020. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Pejabat keamanan Israel mengungkapkan ketakutan mereka terhadap kebangkitan Gerakan Islam cabang utara yang dipimpin Sheikh Raed Salah yang dipenjara.

Gerakan itu dilarang rezim Zionis enam tahun lalu. Menurut Quds Press, media lokal telah melaporkan para pemimpin Gerakan Islam cabang selatan, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah Israel, baru-baru ini menyatakan simpati mereka dengan cabang utara.

Perkembangan ini setelah protes solidaritas untuk mendukung warga Palestina di lingkungan Yerusalem yang terancam diusir, penyerbuan di Masjid Al-Aqsa dan Jalur Gaza pada Mei.

Baca juga: Israel Operasikan Skuadron Jet Tempur Siluman F-35 Ketiga, Canggih dan Eksklusif

Beberapa pemimpin Gerakan Islam cabang utara ditahan pada saat itu, termasuk Wakil Ketua Gerakan Islam, Sheikh Kamal Al-Khatib.

Baca juga: Putin: Bahkan Jika Rusia Tenggelamkan Kapal Inggris, Tak Akan Picu Perang Dunia

Israel Hayom mengutip kunjungan Mansour Abbas, kepala Gerakan Islam cabang selatan, ke tenda protes yang diselenggarakan cabang utara untuk menentang penahanan Sheikh Al-Khatib sebagai bukti pemulihan hubungan antara dua cabang itu.

Baca juga: Berikan Bantuan Vaksin Astra Zeneca, Jepang: Bukti Persahabatan Kedua Negara

Surat kabar itu juga mengutip posting media sosial oleh Sheikh Mohammad Salameh Hassan dari Gerakan Islam cabang selatan.

“Seluruh rakyat Palestina bersatu dari sungai sampai ke laut hingga disingkirkannya pendudukan,” tegas dia.

Menurut surat kabar tersebut, perbedaan antara kedua cabang tersebut adalah pendekatan mereka yang berbeda untuk berpartisipasi dalam pemilu Knesset Israel. Cabang selatan setuju terlibat dalam pemilu itu pada 1996 sedangkan cabang utara menolak menjadi peserta pemilu tersebut.

Gerakan Islam di Israel didirikan pada 1971 oleh mendiang Sheikh Abdullah Nimer Darwish. Gerakan ini telah membangun puluhan masjid, pusat budaya, pusat sosial dan lembaga amal di seluruh Israel.

Gerakan ini memenangkan pemilu kota di beberapa kota dan desa di Israel pada 1989 ketika berpartisipasi untuk pertama kalinya dengan slogan "Islam adalah solusi".

Namun, gerakan itu terpecah ketika bagian selatan setuju ambil bagian dalam pemilu Knesset pada 1996.

Pada 17 November 2015, Gerakan Islam dilarang Israel dengan dalih tidak mengakui lembaga negara Israel dan menyangkal hak Israel untuk eksis.

Kabinet Israel menganggapnya sebagai kelompok teroris dan menuduhnya sebagai bagian dari Ikhwanul Muslimin. Banyak pemimpinnya, terutama Syekh Raed Salah, berada di penjara Israel.

Kritikus bersikeras bahwa Sheikh Salah dan lainnya dari Gerakan Islam ditahan karena aktivisme mereka mendukung Masjid Al Aqsa, serta upaya mereka mengekspos pelanggaran hak asasi manusia dan agresi Israel terhadap Palestina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon dan Gaza Meski Netanyahu Dimarahi Trump
Balas Dendam, Iran Serang...
Balas Dendam, Iran Serang Kapal Kargo AS-Israel MSC Sariska
Trump Damprat Netanyahu:...
Trump Damprat Netanyahu: 'Kau Benar-benar Gila, Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku'
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Jepang Diterjang Topan...
Jepang Diterjang Topan Dahsyat, Pemerintah kepada Warga: Selamatkan Nyawa Anda!
Rekomendasi
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Berita Terkini
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved