AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya

Rabu, 03 Juni 2026 - 12:51 WIB
loading...
AS Ketar-ketir saat...
AS ketar-ketir saat Mojtaba Khamenei makin tunjukkan kekuasaannya di Iran. Foto/X
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tampaknya mengambil peran yang lebih aktif seiring berlanjutnya negosiasi antara kedua negara setelah gencatan senjata 8 April.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada hari Selasa, Rubio mengatakan ada tanda-tanda bahwa Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat di depan umum sejak serangan udara AS menewaskan ayahnya dan pendahulunya pada hari pertama perang, masih hidup dan lebih terlibat dalam urusan negara.

AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya

1. Mojtaba Berkomunikasi Melalui Perantara

“Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada beberapa tingkatan, meskipun semua komunikasinya dilakukan secara tertulis dan melalui perantara,” kata diplomat utama AS tersebut.

Pernyataan Rubio muncul ketika Teheran sedang meninjau versi terbaru dari proposal AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang, yang dilaporkan Presiden AS Donald Trump telah memperketat persyaratannya dalam beberapa hari terakhir.



Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi negara tersebut yang mengatakan bahwa Teheran masih mempelajari proposal terbaru dan belum berkomunikasi dengan AS selama beberapa hari. Pejabat tersebut menekankan bahwa Iran mengambil pendekatan "tegas" mengingat apa yang dilihatnya sebagai ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata dan ketidakpercayaan umum.

Trump mengatakan prioritasnya untuk kesepakatan apa pun termasuk Iran setuju untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir dan untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved