Seteru China-AS Kian Memanas, Beijing Bersiap Kerahkan 2 Kapal Induk
Rabu, 27 Mei 2020 - 01:06 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa tindakan AS itu akan berisiko pecahnya Perang Dingin baru. Dia menolak tuduhan Washington bahwa Beijing berbohong terkait penanganannya terhadap pandemi Covid-19. Dia juga menegaskan bahwa Beijing terbuka untuk upaya internasional dalam menemukan sumber pandemi Covid-19.
Wang Yi mengatakan Amerika Serikat telah terinfeksi oleh "virus politik" yang memaksa tokoh-tokoh di Amerika untuk terus menyerang China.
"Ini telah menjadi perhatian kita bahwa beberapa kekuatan politik di AS mengambil sandera hubungan China-AS dan mendorong kedua negara kita ke ambang Perang Dingin baru," katanya. (Baca juga: Tak Peduli COVID-19, AS Siap Ledakkan Nuklir dalam Konflik Besar )
Sebuah laporan baru dari Council on Foreign Relations, sebuah lembaga think tank AS, mengatakan latihan perang bisa mengambil risiko konfrontasi militer di Laut China Selatan yang melibatkan Amerika Serikat dan China. "Yang bisa meningkat secara signifikan dalam 18 bulan ke depan," bunyi laporan tersebut.
Merebut pulau-pulau terpencil akan mewakili eskalasi permusuhan yang serius dan dapat menyeret AS yang berkomitmen membela Taiwan.
Taiwan memisahkan diri dari China pada tahun 1949, tapi Beijing menganggap pulau itu sebagai provinsi China yang membangkang dan telah berjanji akan mengambilnya kembali dengan paksa jika perlu pada tahun 2050.
Wang Yi mengatakan Amerika Serikat telah terinfeksi oleh "virus politik" yang memaksa tokoh-tokoh di Amerika untuk terus menyerang China.
"Ini telah menjadi perhatian kita bahwa beberapa kekuatan politik di AS mengambil sandera hubungan China-AS dan mendorong kedua negara kita ke ambang Perang Dingin baru," katanya. (Baca juga: Tak Peduli COVID-19, AS Siap Ledakkan Nuklir dalam Konflik Besar )
Sebuah laporan baru dari Council on Foreign Relations, sebuah lembaga think tank AS, mengatakan latihan perang bisa mengambil risiko konfrontasi militer di Laut China Selatan yang melibatkan Amerika Serikat dan China. "Yang bisa meningkat secara signifikan dalam 18 bulan ke depan," bunyi laporan tersebut.
Merebut pulau-pulau terpencil akan mewakili eskalasi permusuhan yang serius dan dapat menyeret AS yang berkomitmen membela Taiwan.
Taiwan memisahkan diri dari China pada tahun 1949, tapi Beijing menganggap pulau itu sebagai provinsi China yang membangkang dan telah berjanji akan mengambilnya kembali dengan paksa jika perlu pada tahun 2050.
Lihat Juga :