Tak Peduli COVID-19, AS Siap Ledakkan Nuklir dalam Konflik Besar
Jum'at, 01 Mei 2020 - 07:28 WIB
loading...
Pesawat pembom B-52H Amerika Serikat saat terbang di atas Osan Air Base di Pyeongtaek, Korea Selatan, dengan kawalan sejumlah jet tempur. Foto/REUTERS/Kim Hong-Ji
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengaku siap tempur dan siap untuk menggunakan senjata nuklirnya jika Amerika terlibat konflik bersenjata besar. Pentagon menyatakan pandemi virus corona baru, COVID-19, tak akan menghalangi Amerika untuk menggunakan senjata tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Komandan Serangan Global Angkatan Udara (AFGSC) AS, Tim Ray.
"Yakinlah, kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pasukan pembom dan ICBM (rudal balistik antarbenua) kami siap untuk pergi dan dapat mencapai target apa pun di planet ini kapan saja," kata Tim Ray.
"Kami sepenuhnya siap dengan misi dan COVID-19 tidak akan mengubahnya. Pasukan kami terus mempertahankan tingkat kesiapan dan respons yang sangat tinggi," lanjut dia, seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (1/5/2020).
Pernyataan Angkatan Udara Amerika (USAF) itu mengklarifikasi bahwa mereka mulai mengembangkan prosedur untuk beroperasi selama pandemi dan menjaga personelnya tetap sehat ketika COVID-19 masih terkurung di dalam perbatasan China pada Januari lalu.
Pernyataan itu disampaikan Komandan Serangan Global Angkatan Udara (AFGSC) AS, Tim Ray.
"Yakinlah, kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pasukan pembom dan ICBM (rudal balistik antarbenua) kami siap untuk pergi dan dapat mencapai target apa pun di planet ini kapan saja," kata Tim Ray.
"Kami sepenuhnya siap dengan misi dan COVID-19 tidak akan mengubahnya. Pasukan kami terus mempertahankan tingkat kesiapan dan respons yang sangat tinggi," lanjut dia, seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (1/5/2020).
Pernyataan Angkatan Udara Amerika (USAF) itu mengklarifikasi bahwa mereka mulai mengembangkan prosedur untuk beroperasi selama pandemi dan menjaga personelnya tetap sehat ketika COVID-19 masih terkurung di dalam perbatasan China pada Januari lalu.
Lihat Juga :