Ratusan Mayat Korban COVID-19 Kembali Bermunculan di Tepi Sungai Gangga

Selasa, 29 Juni 2021 - 13:50 WIB
loading...
Ratusan Mayat Korban COVID-19 Kembali Bermunculan di Tepi Sungai Gangga
Anggota Pasukan Tanggap Bencana Negara (SDRF) India berpatroli di Sungai Gangga melewati tumpukan mayat yang hanyut di tepiannya, 25 Juni 2021. Foto/REUTERS/Ritesh Shukla
A A A
NEW DELHI - Ratusan mayat korban pandemi COVID-19 kembali bermunculan di tepi Sungai Gangga di Uttar Pradesh, India, dalam tiga pekan terakhir. Ratusan jasad itu sebenarnya telah dikubur di dekat sungai, namun hanyut oleh banjir musiman.

Pemandangan menyedihkan dari tepi sungai yang disucikan umat Hindu ini menunjukkan banyak jasad yang dibungkus terdampar di tepi jalur sungai.

Baca juga: Sungai Gangga Menjadi Hijau Picu Kepanikan Publik India, Ini Penyebabnya

Ratusan jasad itu, menurut laporan media lokal, berasal dari keluarga miskin, yang kerabatnya tidak mampu membeli kayu bakar yang cukup untuk kremasi tradisional.

Neeraj Kumar Singh, seorang pejabat kota Allahabad, di utara Uttar Pradesh, mengatakan hampir 150 mayat perlu dikremasi dalam tiga minggu terakhir setelah ditemukan di atau dekat sungai.

"Wilayah ini tersebar lebih dari satu kilometer dan perkiraan kami ada sekitar 500-600 mayat yang terkubur," katanya seperti dilansir AFP, Selasa (29/6/2021).

"Setiap tindakan pencegahan diambil dalam menangani jenazah saat melakukan ritual terakhir mereka," ujarnya.

Pemerintah Uttar Pradesh, rumah bagi 240 juta orang, mengakui pada bulan Mei bahwa mayat-mayat korban COVID-19 dibuang ke sungai dalam praktik yang kemungkinan berasal dari kemiskinan dan keluarga yang menelantarkan korban karena takut akan penyakit tersebut.

"Instruksi telah diberikan kepada setiap hakim distrik untuk mengkremasi mayat dengan hormat," kata juru bicara pemerintah Uttar Pradesh Navneet Sehgal seperti dikutip Reuters.

"Ada mayat yang dikubur di tepi sungai dan itu karena tradisi lokal."

Penemuan ratusan jasad terjadi setelah India dicekam oleh lonjakan infeksi COVID-19 yang menghancurkan antara April hingga Mei, yang menyebabkan beberapa rumah sakit kehabisan tempat tidur dan pasokan oksigen.

Beberapa krematorium di negara itu terpaksa mengadakan pembakaran massal karena jumlah orang yang meninggal akibat virus meningkat.

Lebih dari 396.000 orang telah meninggal karena COVID-19 di India selama pandemi ini. Itu merupakan data resmi negara setempat.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2841 seconds (11.210#12.26)