PM Israel Peringatkan Iran: Kami Lebih Pintar dan Lebih Bertekad, Jangan Uji Kami
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:23 WIB
loading...
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Foto/REUTERS/Amir Cohen
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett memperingatkan musuh-musuh Zionis, terutama Iran, untuk tidak menguji Israel. Dia sesumbar militer negaranya lebih pintar daripada musuh-musuhnya.
"Kami lebih pintar dan lebih bertekad, jadi jangan menguji kami," kata PM Bennett dalam pidato yang ditujukan untuk Iran. Pidato itu disampaikan dalam upacara wisuda pilot baru di Pangkalan Udara Hatzerim, hari Kamis.
Baca juga: Rusia: Lain Kali, Kapal Perang Inggris Akan Dibom Beneran!
"Musuh kami tahu betul, bukan dari pernyataan kami, tetapi dari tindakan kami, bahwa kami jauh lebih bertekad dan jauh lebih pintar daripada mereka, dan bahwa kami tidak ragu untuk mengambil tindakan ketika diminta," katanya, seperti dikutip Israel Hayom, Jumat (25/6/2021).
"Adalah tanggung jawab kami untuk menjaga keselamatan Negara Israel, untuk menjamin keberadaannya. Dalam hal ini, tidak ada dan tidak akan ada kompromi," lanjut pengganti Benjamin Netanyahu tersebut.
Dia memilih rezim Mullah di Teheran sebagai musuh regional Israel.
"Kami ingin dunia memahami bahwa rezim Iran kejam dan fanatik. Ia memilih Hangman of Tehran [Tukang Gantung dari Teheran] sebagai presidennya—seorang pria yang bersedia membuat rakyatnya kelaparan selama bertahun-tahun untuk memiliki program nuklir militer. Itu adalah rezim yang tidak boleh Anda ajak berbisnis," papar Bennett.
"Kami lebih pintar dan lebih bertekad, jadi jangan menguji kami," kata PM Bennett dalam pidato yang ditujukan untuk Iran. Pidato itu disampaikan dalam upacara wisuda pilot baru di Pangkalan Udara Hatzerim, hari Kamis.
Baca juga: Rusia: Lain Kali, Kapal Perang Inggris Akan Dibom Beneran!
"Musuh kami tahu betul, bukan dari pernyataan kami, tetapi dari tindakan kami, bahwa kami jauh lebih bertekad dan jauh lebih pintar daripada mereka, dan bahwa kami tidak ragu untuk mengambil tindakan ketika diminta," katanya, seperti dikutip Israel Hayom, Jumat (25/6/2021).
"Adalah tanggung jawab kami untuk menjaga keselamatan Negara Israel, untuk menjamin keberadaannya. Dalam hal ini, tidak ada dan tidak akan ada kompromi," lanjut pengganti Benjamin Netanyahu tersebut.
Dia memilih rezim Mullah di Teheran sebagai musuh regional Israel.
"Kami ingin dunia memahami bahwa rezim Iran kejam dan fanatik. Ia memilih Hangman of Tehran [Tukang Gantung dari Teheran] sebagai presidennya—seorang pria yang bersedia membuat rakyatnya kelaparan selama bertahun-tahun untuk memiliki program nuklir militer. Itu adalah rezim yang tidak boleh Anda ajak berbisnis," papar Bennett.
Lihat Juga :