PM Israel Peringatkan Iran: Kami Lebih Pintar dan Lebih Bertekad, Jangan Uji Kami

loading...
PM Israel Peringatkan Iran: Kami Lebih Pintar dan Lebih Bertekad, Jangan Uji Kami
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Foto/REUTERS/Amir Cohen
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett memperingatkan musuh-musuh Zionis, terutama Iran, untuk tidak menguji Israel. Dia sesumbar militer negaranya lebih pintar daripada musuh-musuhnya.

"Kami lebih pintar dan lebih bertekad, jadi jangan menguji kami," kata PM Bennett dalam pidato yang ditujukan untuk Iran. Pidato itu disampaikan dalam upacara wisuda pilot baru di Pangkalan Udara Hatzerim, hari Kamis.

Baca juga: Rusia: Lain Kali, Kapal Perang Inggris Akan Dibom Beneran!

"Musuh kami tahu betul, bukan dari pernyataan kami, tetapi dari tindakan kami, bahwa kami jauh lebih bertekad dan jauh lebih pintar daripada mereka, dan bahwa kami tidak ragu untuk mengambil tindakan ketika diminta," katanya, seperti dikutip Israel Hayom, Jumat (25/6/2021).



"Adalah tanggung jawab kami untuk menjaga keselamatan Negara Israel, untuk menjamin keberadaannya. Dalam hal ini, tidak ada dan tidak akan ada kompromi," lanjut pengganti Benjamin Netanyahu tersebut.

Dia memilih rezim Mullah di Teheran sebagai musuh regional Israel.

"Kami ingin dunia memahami bahwa rezim Iran kejam dan fanatik. Ia memilih Hangman of Tehran [Tukang Gantung dari Teheran] sebagai presidennya—seorang pria yang bersedia membuat rakyatnya kelaparan selama bertahun-tahun untuk memiliki program nuklir militer. Itu adalah rezim yang tidak boleh Anda ajak berbisnis," papar Bennett.

"Kami akan terus berkonsultasi dengan teman-teman kami—membujuk, berdiskusi, dan berbagi informasi dan wawasan untuk saling menghormati," katanya, mengacu pada Amerika Serikat.

Baca juga: Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'

"Tetapi pada akhirnya, kami akan bertanggung jawab atas nasib kami sendiri, bukan orang lain."



Peringatan Bennett disampaikan beberapa hari setelah ulama garis keras Ebrahim Raisi terpilih sebagai presiden baru Iran dalam pemilu pekan lalu. Raisi, yang terkenal anti-Amerika, akan menggantikan Hassan Rouhani, presiden moderat yang telah berkuasa dua periode.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top