Bocorkan Nama Informan AS di Irak pada Hizbullah, Penerjemah Pentagon Dipenjara

loading...
Bocorkan Nama Informan AS di Irak pada Hizbullah, Penerjemah Pentagon Dipenjara
Mariam Thompson menjalani sidang federal di Washington pada 4 Maret 2020. Foto/cbsnews
WASHINGTON - Seorang penerjemah Pentagon divonis hukuman 23 tahun penjara karena membocorkan nama-nama informan Amerika Serikat (AS) di Irak kepada seseorang yang terkait Hizbullah Lebanon .

Mariam Thompson, 62, telah mengakui mengirimkan informasi rahasia kepada seorang warga negara Lebanon dengan harapan informasi itu akan diteruskan ke Hizbullah, kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Washington.

"Hukuman Thompson mencerminkan keseriusan pelanggarannya terhadap kepercayaan rakyat Amerika, sumber daya manusia yang dia bahayakan dan pasukan yang bekerja di sisinya sebagai teman dan kolega," papar John Demers, kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS.

Baca juga: Pisang Rp650.000, Kopi Rp1,5 Juta, Krisis Pangan Korea Utara Makin Brutal

Menurut dokumen pengadilan, Thompson bekerja sebagai penerjemah di pangkalan militer asing ketika, pada 2017, dia memulai hubungan di aplikasi video dengan seorang pria yang mengatakan dia terhubung dengan Hizbullah di Lebanon.

Baca juga: Semua Persiapan Selesai, Arab Saudi Siap Terima Kedatangan Jamaah Haji



"Seiring waktu, Thompson mengembangkan minat romantis pada rekan konspiratornya," ujar pernyataan Departemen Kehakiman AS.

Baca juga: Raksasa Media Jerman Minta Pegawai Pro-Palestina Cari Kerja di Tempat Lain

Dia ditugaskan ke pasukan khusus Amerika Serikat di Arbil, ibu kota Kurdistan Irak, pada Desember 2019, ketika unit tersebut memulai serangan terhadap milisi pro-Iran, yang berakhir 3 Januari 2020 dengan kematian Jenderal Iran Qassim Suleimani.

Tak lama setelah itu, kontak Thompson meminta informasi tentang agen-agen yang diduga membantu Amerika Serikat.



Dia memberinya data tentang beberapa informan Amerika, termasuk nama asli sekitar delapan orang, diakses melalui file personel, dan informasi tentang berbagai taktik militer AS.

Dia ditangkap oleh otoritas federal pada bulan berikutnya, akhir Februari 2020.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top