Dicap Algojo Massal, Ini Jawaban Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi
Rabu, 23 Juni 2021 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, lanjut dia, sebagai jaksa dan dalam kapasitas lain, dia bangga karena selalu membela hak asasi manusia, dan berjanji akan terus melakukannya sebagai presiden.
Amnesty International awal pekan ini memperbarui seruannya agar Raisi diadili karena kejahatan terhadap kemanusiaan.
Raisi adalah presiden pertama Iran yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS) setelah Amerika menunjuknya dalam daftar target sanksi pada 2019 karena perannya dalam eksekusi, dalam menindak protes publik, dan karena memerintahkan penggantungan individu yang masih di bawah umur pada saat mereka melakukan kejahatan.
Baca juga: Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia dan Iran sekarang dapat menyebut pelanggaran hak asasi manusia oleh negara lain—bukan sebaliknya—dan menyerukan mereka yang mendirikan kelompok teroris untuk diadili.
Kesepakatan Nuklir
Presiden terpilih Iran juga memperluas posisinya pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sebuh kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).
Dia mengulangi sikap yang dia umumkan selama debat calon presiden, yaitu bahwa dia mendukung kesepakatan itu, tetapi mengatakan AS harus kembali ke komitmennya dan pertama-tama mencabut sanksi sepihak yang dijatuhkan setelah "mengkhianati" kesepakatan bersejarah itu.
Amnesty International awal pekan ini memperbarui seruannya agar Raisi diadili karena kejahatan terhadap kemanusiaan.
Raisi adalah presiden pertama Iran yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS) setelah Amerika menunjuknya dalam daftar target sanksi pada 2019 karena perannya dalam eksekusi, dalam menindak protes publik, dan karena memerintahkan penggantungan individu yang masih di bawah umur pada saat mereka melakukan kejahatan.
Baca juga: Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia dan Iran sekarang dapat menyebut pelanggaran hak asasi manusia oleh negara lain—bukan sebaliknya—dan menyerukan mereka yang mendirikan kelompok teroris untuk diadili.
Kesepakatan Nuklir
Presiden terpilih Iran juga memperluas posisinya pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sebuh kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).
Dia mengulangi sikap yang dia umumkan selama debat calon presiden, yaitu bahwa dia mendukung kesepakatan itu, tetapi mengatakan AS harus kembali ke komitmennya dan pertama-tama mencabut sanksi sepihak yang dijatuhkan setelah "mengkhianati" kesepakatan bersejarah itu.
Lihat Juga :