Negara-negara Miskin Kehabisan Vaksin COVID-19, Imunisasi Berhenti
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kapal Induk Terbaru Inggris Perangi ISIS, Rusia Terpancing Adu Kuat
Pada Senin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan diakhirinya penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya ketika pemerintahnya berjuang mengendalikan peningkatan tajam kasus virus corona.
“Pada tingkat benua, sejauh ini hanya 40 juta dosis telah diberikan di Afrika, kurang dari 2% dari populasi,” ujar Ramaphosa.
Untuk mengatasi hal ini, dia mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan Covax untuk membuat pusat regional untuk memproduksi lebih banyak vaksin di Afrika Selatan.
Covax dibuat tahun lalu untuk memastikan dosis Covid-19 tersedia di penjuru dunia, dengan negara-negara kaya mensubsidi biaya untuk negara-negara miskin.
Dipimpin WHO dan organisasi internasional lainnya, Covax awalnya menetapkan target untuk menyediakan dua miliar dosis di dunia pada akhir tahun 2021.
Sebagian besar vaksin disumbangkan ke negara-negara miskin, di mana Covax berharap dapat mendistribusikan cukup vaksin untuk melindungi minimal 20% populasi.
Pada Senin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan diakhirinya penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya ketika pemerintahnya berjuang mengendalikan peningkatan tajam kasus virus corona.
“Pada tingkat benua, sejauh ini hanya 40 juta dosis telah diberikan di Afrika, kurang dari 2% dari populasi,” ujar Ramaphosa.
Untuk mengatasi hal ini, dia mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan Covax untuk membuat pusat regional untuk memproduksi lebih banyak vaksin di Afrika Selatan.
Covax dibuat tahun lalu untuk memastikan dosis Covid-19 tersedia di penjuru dunia, dengan negara-negara kaya mensubsidi biaya untuk negara-negara miskin.
Dipimpin WHO dan organisasi internasional lainnya, Covax awalnya menetapkan target untuk menyediakan dua miliar dosis di dunia pada akhir tahun 2021.
Sebagian besar vaksin disumbangkan ke negara-negara miskin, di mana Covax berharap dapat mendistribusikan cukup vaksin untuk melindungi minimal 20% populasi.
Lihat Juga :