Raisi Menolak Bertemu Biden Meski AS Penuhi Tuntutan Iran

Selasa, 22 Juni 2021 - 08:56 WIB
loading...
Raisi Menolak Bertemu...
Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi mengisyaratkan dia tidak akan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam keadaan apa pun, termasuk jika Washington memenuhi semua tuntutan Teheran dalam pembicaraan Wina yang sedang berlangsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Raisi merupakan ulama ultrakonservatif dan sekutu dekat pemimpin tertinggi Iran.

Dia berbicara pada konferensi pers pertamanya sejak memenangkan pemilu presiden Iran pada Jumat.

Baca juga: Israel Diminta Siapkan Serangan setelah Raisi Menang Pilpres Iran

Dia akan mengambil alih jabatan presiden dari Hassan Rouhani pada awal Agustus.

Baca juga: Israel Klaim Berhasil Tembak Jatuh Drone dengan Senjata Laser di Pesawat

Ditanya apakah dia bersedia bertemu Biden untuk menyelesaikan perselisihan antara AS dan Iran jika Washington mencabut sanksi terhadap Teheran dan memenuhi tuntutan Iran terlebih dahulu, Raisi menjawab dengan tegas, “Tidak.”

Baca juga: Anggota Parlemen Irlandia: Israel Tak Bisa Lagi Kabur dari Tanggung Jawab

AS dan Iran telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung di Wina sejak April untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

AS mundur dari kesepakatan nuklir Iran di era mantan Presiden Donald Trump pada 2018.

Raisi mendesak Washington untuk kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut semua sanksi terhadap Iran.

“Semua sanksi yang dijatuhkan kepada Iran harus dicabut dan diverifikasi oleh Teheran,” ungkap dia.

Raisi menegaskan kembali posisi Iran bahwa program rudal balistik dan dukungannya terhadap milisi regional “tidak dapat dinegosiasikan.”

Ditanya tentang perannya dalam eksekusi massal tahanan politik Iran pada 1988, Raisi menggambarkan dirinya sebagai "pembela hak asasi manusia."

“Jika seorang jaksa membela hak-hak rakyat dan keamanan masyarakat, dia harus dipuji dan didorong. Saya bangga telah membela keamanan di mana pun saya berada sebagai jaksa,” ungkap Raisi, yang merupakan wakil jaksa Teheran pada 1988.

Kelompok hak asasi mengatakan Raisi adalah anggota terkemuka dari apa yang kemudian dikenal sebagai "komite kematian" yakni sekelompok pejabat peradilan dan intelijen Iran yang dibentuk Pemimpin Tertinggi Ruhollah Khomeini untuk mengawasi eksekusi massal ribuan tahanan politik pada 1988.

Kelompok hak asasi memperkirakan sebanyak 5.000 orang dieksekusi.

Raisi dikenai sanksi oleh AS pada 2019 karena pelanggaran hak asasi manusia, termasuk eksekusi 1988.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan pada Sabtu Raisi harus diselidiki atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Berita Terkini
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved