Israel Diminta Siapkan Serangan setelah Raisi Menang Pilpres Iran

Senin, 21 Juni 2021 - 06:36 WIB
loading...
Israel Diminta Siapkan...
Ebrahim Raisi, ulama garis keras yang terpilih sebagai presiden baru Iran. Foto/Ayoub Ghaderi/YJC/WANA via REUTERS
A A A
TEL AVIV - Para pejabat keamanan Zionis Israel meminta pemerintah Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett untuk menyiapkan serangan ke Iran dengan target situs program nuklir negara tersebut. Seruan ini muncul setelah ulama garis keras Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden (pilpres) negara Islam tersebut.

Para pejabat Zionis percaya presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi akan mengadopsi pandangan garis keras Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tentang kebijakan luar negeri dan kebijakan nuklirnya.

Baca juga: Ulama Ebrahim Raisi Menjadi Presiden Baru Iran

Channel 12, media yang berbasis di Israel, melaporkan Raisi mendukung kembalinya kesepakatan 2015 yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional terhadap Teheran. Namun, penilaian di Israel adalah bahwa kesepakatan dengan negara-negara kekuatan dunia [AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China] untuk memulihkan kesepakatan itu tidak akan ditandatangani sampai Agustus, ketika Raisi menjabat. Sementara itu, bagaimanapun, Iran diperkirakan akan memproduksi stok uranium yang diperkaya.

“Tidak akan ada pilihan [sekarang] selain kembali dan menyiapkan rencana serangan untuk program nuklir Iran. Ini akan membutuhkan anggaran dan realokasi sumber daya,” kata salah seorang pejabat senior pemerintah Israel yang menolak untuk disebutkan namanya.

PM Bennett mengatakan kepada kabinetnya; "Ini adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangun...dan memahami dengan siapa mereka berurusan."

"Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal," katanya, seperti dikutip BBC, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran, Israel Nyalakan Tanda Bahaya

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid terang-terangan menyebut Raisi sebagai ekstremis. "Presiden baru Iran, yang dikenal sebagai Jagal Teheran, adalah seorang ekstremis yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang Iran. Dia berkomitmen pada ambisi nuklir rezim dan kampanye teror globalnya," katanya di Twitter.

"Pemilihannya harus mendorong tekad baru untuk segera menghentikan program nuklir Iran dan mengakhiri ambisi regionalnya yang merusak," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat melalui Twitter mengatakan Raisi akan menjadi presiden paling ekstremis.

“Seorang tokoh ekstremis, yang berkomitmen pada program nuklir militer Iran yang berkembang pesat, pemilihannya memperjelas niat jahat Iran yang sebenarnya, dan harus memicu keprihatinan serius di antara komunitas internasional," katanya.

Pada Kamis pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan negaranya dan Amerika Serikat sedang bekerja untuk meningkatkan pemantauan program nuklir Teheran. Dia memperingatkan bahwa "semua opsi ada di atas meja" mengenai kesiapan Israel untuk melakukan serangan militer untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kohavi memimpin delegasi senior perwira tinggi militer Zionis ke Washington pada Minggu pagi untuk bertemu dengan para pejabat Amerika membahas tentang program nuklir Iran dan upaya ekspansionisnya di kawasan itu.

“Kepala staf akan berdiskusi dengan rekan-rekannya tentang tantangan keamanan bersama saat ini, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan ancaman nuklir Iran, upaya Iran untuk memperkuat diri secara militer di Timur Tengah, upaya persenjataan kembali Hizbullah, konsekuensi dari ancaman peluru kendali presisi dan pembentukan kekuatan gabungan,” kata IDF seperti dikutip dari Times of Israel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved