PBB: Myanmar Berisiko Perang Saudara Skala Besar
Sabtu, 19 Juni 2021 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam langkah yang jarang terjadi pada hari Jumat, 193 anggota PBB mengutuk kudeta militer Myanmar 1 Februari dan mendesak militer untuk segera menghentikan semua kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai serta mengakhiri pembatasan internet dan media sosial.
Dalam resolusi yang tidak mengikat, PBB memerintahkan penghentian aliran senjata ke Myanmar dan menyerukan pembebasan para tahanan politik, termasuk Aung San Suu Kyi.
Sekretaris Jenderal PBB yang baru terpilih kembali Antonio Guterres mengatakan penting untuk mengirim pesan yang jelas kepada militer Myanmar.
"Kita mutlak harus menciptakan kondisi agar demokrasi dipulihkan," katanya.
"Kita tidak bisa hidup di dunia di mana kudeta militer menjadi norma. Ini sama sekali tidak bisa diterima," ujarnya.
Dalam resolusi yang tidak mengikat, PBB memerintahkan penghentian aliran senjata ke Myanmar dan menyerukan pembebasan para tahanan politik, termasuk Aung San Suu Kyi.
Sekretaris Jenderal PBB yang baru terpilih kembali Antonio Guterres mengatakan penting untuk mengirim pesan yang jelas kepada militer Myanmar.
"Kita mutlak harus menciptakan kondisi agar demokrasi dipulihkan," katanya.
"Kita tidak bisa hidup di dunia di mana kudeta militer menjadi norma. Ini sama sekali tidak bisa diterima," ujarnya.
Lihat Juga :