PBB: Kekeringan Mungkin Jadi 'Pandemi' Berikutnya
Kamis, 17 Juni 2021 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Kekeringan, seperti virus, jelasnya, cenderung berlangsung lama, memiliki jangkauan geografis yang luas dan menyebabkan kerusakan besar. Baca juga: Kekeringan dan Kebakaran Mengintai Jabar, Tujuh Wilayah Mulai Dilanda Kemarau
"Ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi negara-negara yang sebenarnya tidak mengalami kekeringan melalui kerawanan pangan dan kenaikan harga pangan," ungkapnya.
PBB memperkirakan kekeringan yang lebih sering dan parah di sebagian besar Afrika, Amerika tengah dan selatan, Asia Tengah, Australia selatan, Eropa selatan, Meksiko dan Amerika Serikat.
Ibrahim Thiaw, sekretaris eksekutif Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan, mengatakanbahwa tanah yang memburuk, sebagian disebabkan oleh pengelolaan lahan yang buruk, telah membawa dunia mendekati titik tidak bisa kembali.
PBB belum meneliti efek penggurunan terhadap migrasi internal di dalam benua, tetapi Thiaw mengatakan bahwa itu tidak lagi terpikirkan, bahkan di Eropa. "Ini tentu fenomena yang terjadi di belahan dunia lain dan mungkin juga terjadi di Eropa," katanya.
"Ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi negara-negara yang sebenarnya tidak mengalami kekeringan melalui kerawanan pangan dan kenaikan harga pangan," ungkapnya.
PBB memperkirakan kekeringan yang lebih sering dan parah di sebagian besar Afrika, Amerika tengah dan selatan, Asia Tengah, Australia selatan, Eropa selatan, Meksiko dan Amerika Serikat.
Ibrahim Thiaw, sekretaris eksekutif Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan, mengatakanbahwa tanah yang memburuk, sebagian disebabkan oleh pengelolaan lahan yang buruk, telah membawa dunia mendekati titik tidak bisa kembali.
PBB belum meneliti efek penggurunan terhadap migrasi internal di dalam benua, tetapi Thiaw mengatakan bahwa itu tidak lagi terpikirkan, bahkan di Eropa. "Ini tentu fenomena yang terjadi di belahan dunia lain dan mungkin juga terjadi di Eropa," katanya.
(ian)
Lihat Juga :