Kisah Pengabdian Rohaniwan Indonesia dalam Melayani Masyarakat Miskin di Kenya
Senin, 14 Juni 2021 - 22:01 WIB
loading...
Suster Yoseftine mengabdikan diri memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu di Kenya. Foto/kbri nairobi
A
A
A
NAIROBI - Kehadiran Suster Katolik asal Indonesia di pelosok Kenya dalam memberikan layanan kesehatan pada masyarakat tidak mampu telah menjadi cahaya harapan di sana.
“Penyakit yang kami tangani sehari-hari di sini macam-macam, mulai dari pilek, tifus, hingga kanker dan belakangan ini covid,” tutur Suster Yoseftine menjelaskan kasus yang biasa ia hadapi setiap harinya.
Yoseftine merupakan seorang Suster Katolik asal Solor, Nusa Tenggara Timur yang telah mengabdikan diri memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu di Kenya.
Baca juga: Putra Gaddafi Maju Jadi Calon Presiden Libya, 10 tahun Usai Aksi NATO
Dengan dukungan dari kongregasinya, Putri Reinha Rosary (PRR), dia turut membuka satu rumah sakit kecil di pinggiran kota Nairobi.
Baca juga: Arab Pastikan Pelayanan Haji Penuhi Prokes
Kedatangan para suster asal Indonesia ke Kenya bermula pada 1998 untuk memberikan pelayanan kepada penderita HIV/AIDS kepada orang-orang di wilayah-wilayah pelosok di Kenya Barat.
Baca juga: PM Selandia Baru Kritik Rencana Pembuatan Film Pembantaian Masjid Christchurch
“Penyakit yang kami tangani sehari-hari di sini macam-macam, mulai dari pilek, tifus, hingga kanker dan belakangan ini covid,” tutur Suster Yoseftine menjelaskan kasus yang biasa ia hadapi setiap harinya.
Yoseftine merupakan seorang Suster Katolik asal Solor, Nusa Tenggara Timur yang telah mengabdikan diri memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu di Kenya.
Baca juga: Putra Gaddafi Maju Jadi Calon Presiden Libya, 10 tahun Usai Aksi NATO
Dengan dukungan dari kongregasinya, Putri Reinha Rosary (PRR), dia turut membuka satu rumah sakit kecil di pinggiran kota Nairobi.
Baca juga: Arab Pastikan Pelayanan Haji Penuhi Prokes
Kedatangan para suster asal Indonesia ke Kenya bermula pada 1998 untuk memberikan pelayanan kepada penderita HIV/AIDS kepada orang-orang di wilayah-wilayah pelosok di Kenya Barat.
Baca juga: PM Selandia Baru Kritik Rencana Pembuatan Film Pembantaian Masjid Christchurch
Lihat Juga :