PM Selandia Baru Kritik Rencana Pembuatan Film Pembantaian Masjid Christchurch
Senin, 14 Juni 2021 - 14:08 WIB
loading...
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengkritik rencana pembuatan sebuah film tentang serangan masjid Christchurch. Foto/Ist
A
A
A
WELLINGTON - Perdana Menteri Selandia Baru , Jacinda Ardern mengkritikrencana pembuatan sebuah film tentang serangan masjid Christchurch . Ardern menuturkan, pembuatan film ini dilakukan di waktu yang buruk dan fokus pada subjek yang salah.
Film yang didukung Amerika Serikat (AS),“They Are Us” telah memicu reaksi keras di kalangan Muslim Selandia Baru, dengan para pemimpin komunitas mengecam proyek tersebut karena mendorong narasi "penyelamat kulit putih".
Ardern mengatakan, serangan terjadi ketika seorang pria supremasi kulit putih bersenjata mengamuk di dua masjid selama salat Jumat, menewaskan 51 orang dan melukai 40 lainnya – tetap “sangat mentah” bagi banyak warga Selandia Baru.
Dia mengatakan para pembuat film belum berkonsultasi dengannya tentang film tersebut, yang akan dibintangi oleh Rose Byrne dari Australia. Baca juga: Pembantaian Masjid Selandia Baru akan Dibuat Film, Muslim Protes Keras
“Dalam pandangan saya, yang merupakan pandangan pribadi, rasanya terlalu cepat dan sangat "mentah" untuk Selandia Baru,” ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (214/6/2021).
Film yang didukung Amerika Serikat (AS),“They Are Us” telah memicu reaksi keras di kalangan Muslim Selandia Baru, dengan para pemimpin komunitas mengecam proyek tersebut karena mendorong narasi "penyelamat kulit putih".
Ardern mengatakan, serangan terjadi ketika seorang pria supremasi kulit putih bersenjata mengamuk di dua masjid selama salat Jumat, menewaskan 51 orang dan melukai 40 lainnya – tetap “sangat mentah” bagi banyak warga Selandia Baru.
Dia mengatakan para pembuat film belum berkonsultasi dengannya tentang film tersebut, yang akan dibintangi oleh Rose Byrne dari Australia. Baca juga: Pembantaian Masjid Selandia Baru akan Dibuat Film, Muslim Protes Keras
“Dalam pandangan saya, yang merupakan pandangan pribadi, rasanya terlalu cepat dan sangat "mentah" untuk Selandia Baru,” ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (214/6/2021).
Lihat Juga :