AS-China di Ambang Perang Dingin, Australia Dapat Warning Berbahaya

Senin, 25 Mei 2020 - 13:31 WIB
loading...
AS-China di Ambang Perang...
Ilustrasi bendera nasional Amerika Serikat, Australia dan China. Foto/Global Research
A A A
BEIJING - Hubungan China dan Amerika Serikat (AS) telah mengarah ke ambang Perang Dingin baru setelah ketegangan kedua pihak terkait sejumlah isu semakin memanas. Dalam situasi seperti ini, Beijing mengeluarkan peringatan kepada Australia untuk menjauhi Washington karena akan sangat bebahaya jika ikut terlibat.

China adalah mitra dagang terbesar Australia, sementara AS adalah salah satu sekutu strategis utama Canberra. Tetapi Beijing mengatakan segala bentuk dukungan kepada Washington akan menyebabkan ekonomi Canberra terkena "pukulan fatal".

“Jika pemerintahan Trump menjerumuskan dunia ke dalam 'Perang Dingin' baru, yang memaksa China mengambil tindakan balasan terhadap AS dan sekutunya, akan sangat berbahaya bagi Canberra untuk menjadi pemain di klub diplomatik yang dipimpin oleh AS, mengingat Australia ketergantungan yang tinggi pada ekonomi China," tulis media pemerintah China, Global Times, dalam laporannya.

“Setelah Australia dianggap sebagai pendukung AS dalam 'Perang Dingin' baru, hubungan ekonomi China-Australia pasti akan mengalami pukulan fatal," lanjut laporan tersebut. (Baca: China: AS Dorong Hubungan ke Arah Perang Dingin Baru )

“Inilah sebabnya mengapa Canberra perlu mengawasi dengan cermat serangan Washington yang termasuk menempatkan perusahaan-perusahaan China dalam daftar sanksi," imbuh laporan Global Times, Senin (25/5/2020).

"Ini menawarkan Canberra jendela untuk mengamati apakah akan ada 'Perang Dingin' baru antara China dan AS dan untuk mempertimbangkan kembali hubungan strategisnya dengan Washington."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved