Kim Jong-un Mendadak Lebih Ramping usai Menghilang, Picu Spekulasi soal Kesehatannya

loading...
Kim Jong-un Mendadak Lebih Ramping usai Menghilang, Picu Spekulasi soal Kesehatannya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terlihat lebih ramping usai menghilang dari penampilan publik lebih dari sebulan. Foto/KCNA
PYONGYANG - Kim Jong-un , pemimpin Korea Utara (Korut) , terlihat lebih ramping dalam foto terbaru yang dirilis oleh media pemerintah pekan lalu. Penampilan sang diktator muda ini memicu spekulasi tentang kesehatannya setelah menghilang dari pandangan publik selama lebih dari sebulan.

NK News melaporkan para ahli yang mengikuti perkembangan Korea Utara dan para pemimpinnya mengatakan bahwa Kim Jong-un mungkin telah kehilangan banyak berat badan.

Baca juga: 9 Negara Hamburkan Rp1.027 Triliun untuk Bom Nuklir, Ini Rinciannya



Laporan itu juga membandingkan foto-foto pemimpin Korea Utara dari November-Desember 2020, hingga April 2021, dan Juni 2021.

Pekan lalu, dia tampil di depan publik setelah sekitar satu bulan "menghilang". Pada 1 Juni, laporan media pemerintah mengatakan Korea Utara telah menciptakan posisi jabatan orang kedua setelah Kim Jong-un.

Terkait penampilan terbaru Kim Jong-un, analisis dalam laporan NK News mengatakan panjang tali melewati gesper pada jam tangan perusahaan Swiss yang dikenakan oleh Kim Jong-un dalam gambar terbarunya tampak lebih panjang, menunjukkan pergelangan tangan yang lebih ramping.

Vipin Narang, seorang profesor ilmu politik di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan jika dia sengaja menurunkan berat badan untuk menjadi lebih sehat maka “kemungkinan akan meningkatkan posisinya di dalam negeri."

Narang menjelaskan kepada NK News bahwa posisi stabil Kim Jong-un di dalam negeri berarti “lebih dapat diprediksi” untuk negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

“Jika [penurunan berat badan tiba-tiba] karena kondisi kesehatan, perebutan suksesi mungkin sudah terjadi di belakang layar, dan ketidakstabilan itu bisa menjadi masalah bagi dunia luar,” kata Narang.

“Apakah hanya sudut kamera atau Kim kehilangan banyak berat badan?," tulis dia di Twitter pada 6 Juni.



Kesehatan pemimpin Korea Utara telah menjadi perhatian besar di antara para ahli dan badan intelijen asing termasuk Badan Intelijen Nasional Korea Selatan atau NIS, karena ada beberapa contoh dia "menghilang" selama berminggu-minggu dari mata publik.

Baca juga: Viral, Jurnalis Radio Ini Wawancarai Live Pria saat Berhubungan Seks Dengannya

Sebelumnya, para ahli menilai bahwa dia berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Keluarganya dilaporkan memiliki riwayat masalah jantung juga. Pada November 2020, NIS dilaporkan memberi tahu anggota parlemen Korea Selatan bahwa mereka percaya Kim Jong-un memiliki berat sekitar 140 kilogram.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top