Nafsu Berkuasa Masih Kuat, Netanyahu Buru 'Para Pengkhianat' di Koalisinya

loading...
Nafsu Berkuasa Masih Kuat, Netanyahu Buru Para Pengkhianat di Koalisinya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Setelah pemilu keempat dalam dua tahun dan kemungkinan besar hengkangnya Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel , situasi di sana menjadi semakin memanas.

Netanyahu sendiri sekali lagi menuangkan bahan bakar ke kobaran api yang menyala liar dalam pemerintahannya.

Netanyahu jelas menghadapi ancaman kehilangan kekuasaan pada Minggu (13/6) setelah 12 tahun berkuasa. Namun dia cenderung tidak menerima perkembangan terbaru dari berbagai lawan politik yang bergandengan tangan melawannya.



Baca juga: Minggu, ‘Hidup atau Mati’ Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen

Sebaliknya, dia memberikan tekanan besar pada para anggota parlemen Knesset agar mereka tidak memilih pemerintahan baru dengan memobilisasi pendukungnya yang telah berkumpul di depan gedung parlemen untuk demonstrasi dan intimidasi.

Baca juga: Keruntuhan 'Final' Israel Telah Diprediksi Einstein dalam Suratnya

Beberapa hari ke depan ini akan menunjukkan apakah era Netanyahu memang sudah berakhir.

Baca juga: Mansour Abbas, Kingmaker dan Tokoh Islam di Balik Penggulingan Netanyahu

Sejak aliansi pemerintah yang direncanakan dengan Perdana Menteri yang ditunjuk Naftali Bennett hanya memiliki mayoritas tipis 61 dari 120 kursi di parlemen, setiap hari menjadi sangat penting.

Upaya Netanyahu dan Partai Likud yang dipimpinnya untuk menemukan “para pengkhianat” di antara barisan koalisi adalah contoh terbaru dari upaya "Raja Bibi" dan ambisinya untuk tetap berkuasa.



“Ironisnya, Netanyahu adalah sosok yang memungkinkan hadirnya pemerintahan berikutnya dengan mengesahkan undang-undang baru dan dengan mengakhiri tradisi tidak mengadakan pembicaraan dengan partai-partai Arab,” ungkap Donna Robinson Divine, profesor Studi dan Pemerintahan Yahudi di Smith College pada Al Jazeera.

Dia menambahkan, “Netanyahu membuka jalan bagi pemerintah alternatif untuk mendapatkan kekuasaan. Dia memperkenalkan Undang-Undang Dasar yang memungkinkan perdana menteri alternatif; dia mulai berbicara dengan Mansour Abbas tentang mendukung koalisinya sendiri.”

Permainan Kekuasaan Machiavelli
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top