Lavrov: Rusia Tak Punya Ambisi Superpower dan Tak Minat Jadi 'Mesias' Dunia

Kamis, 10 Juni 2021 - 00:01 WIB
loading...
Lavrov: Rusia Tak Punya...
Menlu Rusia Sergey Lavrov. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Rusia memang tidak merahasiakan angkatan bersenjata dan pengaruhnya yang besar di penjuru dunia, namun Moskow tak tertarik memaksakan cara hidupnya di negara lain.

Rusia juga ingin mengakhiri pertikaian saat ini dengan Barat. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov pada konferensi hubungan internasional pada Rabu (9/6).

“Rusia tidak memiliki ambisi negara adidaya, terlepas dari seberapa banyak orang mencoba meyakinkan diri mereka sendiri dan orang lain sebaliknya,” papar Lavrov.

Baca juga: Israel Makin Berani, Serangan Udaranya Tewaskan 11 Pejuang Rezim Suriah

Dia menjelaskan, "Kami tidak memiliki semangat mesianis yang dengannya rekan-rekan Barat kami mencoba menyebarkan 'agenda demokrasi berbasis nilai' mereka ke seluruh planet ini."

Baca juga: Sistem Rudal Suriah Tembak Jatuh Rudal-rudal Israel di Langit Damaskus

“Sudah lama jelas bagi kami bahwa penerapan model pembangunan tertentu dari luar tidak ada gunanya,” ujar dia.

Baca juga: Serangan Rudal Israel Membunuh 8 Orang Termasuk 5 Tentara Suriah

Menurut Lavrov, “Rusia tidak memiliki rasa rendah diri dan oleh karena itu tidak mendambakan pertarungan.”

Dia mengklaim kebijakan luar negeri Moskow didasarkan pada kesediaannya “untuk membantu mereka yang membutuhkannya.”

Lavrov mengatakan, “Rusia tertarik mengembangkan hubungan pragmatis dengan Barat dan AS.”

Namun, dia menyesalkan, perwakilan dari negara-negara itu “tidak siap untuk dialog yang jujur”, yang menurutnya merusak prospek diplomasi dunia.

“Tidak ada sanksi atau ultimatum yang dapat membantu pembicaraan dengan Rusia,” ujar dia menyimpulkan.

Pada November tahun lalu, mantan presiden AS Barack Obama menjadi berita utama karena sampai pada kesimpulan yang sama.

Menulis dalam otobiografinya, 'A Promised Land,' Obama mengklaim bahwa, meski Rusia memiliki "persenjataan nuklir kedua setelah kita sendiri," Rusia "bukan lagi negara adidaya," karena "tidak memiliki jaringan aliansi yang luas dan pangkalan yang memungkinkan Amerika Serikat untuk memproyeksikan kekuatan militernya di penjuru dunia.”

Mantan kepala Komite Urusan Luar Negeri di parlemen Rusia Aleksey Pushkov mengecam komentar tersebut, dengan alasan bahwa Rusia kurang kuat seperti disebutkan Obama itu terbukti salah “dengan perkembangan peristiwa di Suriah dan Venezuela, di mana Amerika Serikat tidak mencapai tujuannya.”

Dia melanjutkan dengan menambahkan, “Obama ingin tetapi gagal menghancurkan ekonomi Rusia sampai hancur.”

Sementara Kremlin sering dituduh melakukan intervensi bayangan dalam pemilihan umum dan peristiwa politik di Barat, para diplomat Moskow telah lama menganut doktrin kebijakan luar negeri yang didefinisikan sebagai non-intervensi.

Menanggapi kecaman dari sejumlah negara atas hukuman tokoh oposisi yang dipenjara Alexey Navalny pada Februari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengecam mereka yang mengeluarkan celaan, dengan mengatakan, “Jangan ikut campur dalam urusan internal negara berdaulat. Dan kami menyarankan agar setiap orang mengatasi masalah mereka sendiri.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved