Pasukan Asing Ditarik dari Afghanistan, Turki Siap Lindungi Bandara Kabul

Selasa, 08 Juni 2021 - 16:19 WIB
loading...
A A A
"Mempertahankan kehadiran tentara asing di bandara dipandang sebagai sangat penting untuk perjalanan internasional yang sedang berlangsung dan dukungan yang menjangkau negara dan karena penyerahan lapangan terbang dan bandara ke pihak berwenang Afghanistan membutuhkan lebih banyak waktu, kapasitas, dan sumber daya daripada yang ditambahkan," tambahnya.

Konferensi Istanbul yang sangat diantisipasi tentang perdamaian Afghanistan, karena telah terjadi pada bulan April, telah ditunda setelah Taliban membuat keputusan terlambat untuk tidak hadir. Grup ini mengharapkan konferensi yang akan datang berlangsung singkat dengan agenda yang tidak menyentuh pada pengambilan keputusan tentang masalah-masalah kritis.

Mengenai prasyarat kehadiran Turki yang berkelanjutan di Afghanistan, Kirchner mencatat bahwa negosiasi dapat bergantung pada meningkatkan jumlah transaksi USD130 juta yang dilaporkan dengan NATO.

Baca juga: AS: Separuh Pasukan di Afghanistan Sudah Ditarik Pulang

"Secara politis, mempertahankan setidaknya payung formal NATO akan menjadi pilihan yang disukai oleh Turki atas keterlibatan militer unilateral dan terakhir, terutama antara AS dan Turki, diskusi logistik atas enabler kritis dan kemampuan perlindungan kekuatan dapat berlanjut," terangnya.

Desember lalu, Parlemen Turki menyetujui gerakan untuk memperpanjang penyebaran pasukan Turki di Afghanistan selama 18 bulan sebagai bagian dari misi dukungan NATO di negara yang dilanda perang itu. Tahun ini menandai peringatan 100 tahun ikatan diplomatik antara Turki dan Afghanistan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved