Pasukan Asing Ditarik dari Afghanistan, Turki Siap Lindungi Bandara Kabul

Selasa, 08 Juni 2021 - 16:19 WIB
loading...
A A A
Akar mengatakan bahwa Turki, yang memiliki sekitar 500 tentara di negara itu sebagai bagian dari Misi Dukungan Resolute LED NATO (RSM), sekarang sedang menunggu tanggapan dari sekutu atas permintaannya.

"Kami bertujuan untuk memulihkan perdamaian di Afghanistan. Kami memiliki persaudaraan sejarah. Kami ingin dapat tinggal di Afghanistan selama orang-orang Afghanistan menginginkan bantuan kami," ujarnya seperti dikutip Arab News, Selasa (8/6/2021).

Hamid Karzai International di Kabul adalah bandara utama negara dan juga berfungsi sebagai pangkalan militer besar tetapi otoritas Afghanistan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan keamanan penuh di lokasi di mana kontrol lalu lintas udara telah dioperasikan oleh staf militer NATO sejak 2002.

Keamanan bandara itu penting tidak hanya untuk penerbangan militer tetapi juga untuk mendukung organisasi internasional dan LSM yang mendistribusikan bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Bos Al-Qaeda Diyakini Ngumpet di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Magdalena Kirchner, Direktur Kantor Foundation Friedrich Ebert di Kabul, mengatakan kepada Arab News bahwa penarikan penuh pasukan asing secara teoritis dapat meningkatkan risiko serangan balasan terhadap pasukan residu Turki.

"Tapi saya pikir risiko yang lebih tinggi akan menjadi tidak adanya enabler kritis yang saat ini disediakan oleh pasukan AS jika ada penurunan dramatis dalam situasi keamanan secara keseluruhan atau jika bandara itu sendiri harus diserang," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Palestina: Militer Israel...
Palestina: Militer Israel Kuasai 80% Wilayah Gaza
Rekomendasi
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Ternyata Pelajar Pembawa...
Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved